Bagaimana pergeseran posisi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan memengaruhi jalannya pelayanan publik dan jalannya roda pemerintahan di daerah tersebut? Pertanyaan ini kerap mengemuka di tengah masyarakat setiap kali terjadi perombakan struktur birokrasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengambil langkah strategis dengan melakukan penyegaran kepemimpinan melalui pelantikan resmi tiga pejabat pimpinan tinggi pratama baru di lingkungan pemerintah provinsi.
Upacara pelantikan yang digelar di Kota Manado pada hari Rabu ini menjadi momentum krusial bagi penataan struktur organisasi di wilayah tersebut. Gubernur Yulius Selvanus secara langsung memimpin jalannya pengambilan sumpah jabatan bagi tiga pejabat eselon II yang kini mengemban tanggung jawab baru. Langkah rotasi ini menyasar sejumlah dinas penting yang memiliki peran vital dalam pelayanan publik, mulai dari urusan ketenagakerjaan, perhubungan, hingga sektor pendidikan yang menjadi pilar pembangunan daerah.
Dalam keputusan mutasi kali ini, Deicy Paat yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kini dipercaya untuk mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pergeseran peran ini menuntut Deicy untuk segera beradaptasi dari pengelolaan proyek infrastruktur fisik ke arah penanganan isu-isu ketenagakerjaan, hubungan industrial, serta program transmigrasi di wilayah Sulawesi Utara.
Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Sementara itu, posisi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara kini resmi dijabat oleh Femmy Suluh. Sebelum ditunjuk memimpin sektor perhubungan, Femmy memiliki rekam jejak sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah. Adapun posisi strategis yang ditinggalkan oleh Femmy Suluh tersebut kini diisi oleh Jahja Rondonuwu. Sebelum dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan yang baru, Jahja mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Persidangan pada Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Menyikapi pergantian posisi ini, Gubernur Yulius Selvanus memberikan arahan yang sangat tegas kepada para pejabat yang baru saja dilantik tersebut. Gubernur menuntut dengan keras agar seluruh pejabat baru senantiasa memegang teguh prinsip integritas, profesionalisme, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan yang diberikan kepada mereka. Standar etika dan kinerja yang tinggi ini ditekankan oleh Gubernur sebagai syarat mutlak yang tidak boleh ditawar agar kepercayaan masyarakat terhadap kinerja birokrasi di lingkungan pemerintah provinsi tetap terjaga dengan baik di masa mendatang.
Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Di samping itu, Gubernur Yulius juga memberikan penekanan bahwa kebijakan rotasi serta penempatan pejabat baru ini merupakan bagian integral dari proses pembinaan karier aparatur sipil negara dan penataan organisasi di internal Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Menurutnya, dinamika dalam sebuah organisasi pemerintahan memerlukan penyegaran secara berkala agar struktur birokrasi tetap sehat, adaptif, dan mampu merespons berbagai kebutuhan publik dengan lebih cepat serta efisien. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang ada.
Dengan dilantiknya ketiga pejabat eselon II ini, publik kini menantikan realisasi dari komitmen kerja yang telah ditekankan oleh Gubernur. Tantangan di sektor ketenagakerjaan, perhubungan, dan pendidikan di Sulawesi Utara memerlukan penanganan yang cepat dan tepat sasaran. Melalui kepemimpinan baru di tiga dinas tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diharapkan dapat segera merealisasikan berbagai program kerja yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah bumi nyiur melambai.






