apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Gelombang Pemangkasan Anggaran Federal AS di Tangan DOGE dan Elon Musk

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 27 Jul 2026 - 01.25 · 5 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gelombang Pemangkasan Anggaran Federal AS di Tangan DOGE dan Elon Musk
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Departemen Efisiensi Pemerintah atau Department of Government Efficiency (DOGE) yang digagas Presiden Donald Trump dan dipimpin Elon Musk telah menjadi episentrum perombakan anggaran federal Amerika Serikat sejak awal 2025. Badan ad hoc ini dibentuk bukan sebagai kementerian resmi, melainkan sebuah unit transformasi digital di bawah Kantor Presiden yang menyasar pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan dana publik. Dalam beberapa pekan pertama, DOGE langsung menancapkan pengaruhnya dengan membekukan kontrak, menghentikan hibah, dan mengakses sistem pembayaran federal. Langkah ini memicu perdebatan sengit tentang batas kewenangan lembaga yang belum pernah diuji secara hukum.

Klaim penghematan menjadi sorotan utama. Melalui akun resmi di platform X, DOGE merilis pembaruan real-time yang menunjukkan nilai kontrak dan hibah yang dihentikan telah melampaui 55 miliar dolar AS. Angka ini berasal dari pembatalan lebih dari 1.500 kontrak di berbagai lembaga, termasuk Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Departemen Pendidikan, dan Departemen Tenaga Kerja. Salah satu pos yang dipangkas adalah program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) serta hibah penelitian yang dinilai tidak sejalan dengan prioritas pemerintahan baru. Musk, yang bekerja tanpa gaji, menyebut target pengurangan bisa mencapai 1 triliun dolar dari total pengeluaran diskresioner tahunan sebesar 1,7 triliun dolar pada tahun fiskal 2024.

Baca Juga

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Dampak pemangkasan ini langsung terasa di tubuh birokrasi dan para penerima hibah. Ribuan pegawai federal dirumahkan atau diberi cuti administratif, terutama staf yang masih dalam masa percobaan. Program kesehatan global, bantuan kemanusiaan, dan proyek penelitian energi bersih ikut terhenti. Di USAID saja, mayoritas dari 10.000 tenaga kerja kehilangan akses ke sistem internal, sementara 60 pejabat senior dibebastugaskan. Gedung Putih menegaskan bahwa restrukturisasi adalah bagian dari mandat yang diberikan pemilih, namun para analis anggaran independen mengingatkan bahwa banyak pemangkasan bersifat sementara karena sebagian besar belanja federal telah diwajibkan oleh undang-undang, seperti jaminan sosial dan layanan kesehatan.

Reaksi keras bermunculan dari Kongres dan masyarakat sipil. Senator dari Partai Demokrat menuduh Musk dan timnya bertindak di luar konstitusi karena membubarkan lembaga yang didirikan oleh Kongres tanpa persetujuan legislatif. Serikat pekerja pegawai federal melayangkan gugatan class action, menyatakan bahwa pembekuan pendanaan dan pemecatan massal melanggar undang-undang kepegawaian serta Undang-Undang Pengendalian Penyitaan. Sementara itu, puluhan jaksa agung dari negara bagian menggugat pemerintah federal atas penundaan dana bantuan yang telah diotorisasi. Di sisi lain, pendukung Trump melihat DOGE sebagai upaya yang sudah lama dinanti untuk merampingkan birokrasi. Perseteruan ini semakin tajam ketika Elon Musk menyebut hakim yang mengeluarkan putusan sementara sebagai “aktivis” melalui unggahan media sosialnya, memicu diskusi mengenai independensi yudikatif.

Baca Juga

Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Konteks ke depan, pertarungan hukum dan politik dipastikan akan terus berlanjut. Mahkamah Agung mungkin akan diminta untuk menafsirkan sejauh mana presiden bisa menghentikan pengeluaran yang telah disahkan Kongres. Secara paralel, nasib pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja bergantung pada proses banding di Dewan Perlindungan Sistem Merit yang independen. Bagi Elon Musk, keberhasilan DOGE akan menjadi reputasi baru di luar dunia teknologi; namun jika terganjal oleh pengadilan, ia berisiko turut menanggung beban politik bersama Trump menjelang pemilu paruh waktu 2026. Dari perspektif internasional, penghentian bantuan luar negeri oleh DOGE juga membuka ruang bagi aktor global lain untuk mengisi kekosongan pengaruh Amerika, terutama di kawasan yang selama ini sangat bergantung pada program USAID.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Elon MuskDOGEpemotongan anggaranpemerintah ASefisiensiTrump

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap