apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Teknologi

Garam Siap Gantikan Freon pada AC dan Kulkas Masa Depan

Domu TobingDiterbitkan 27 Jul 2026 - 07.06 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Garam Siap Gantikan Freon pada AC dan Kulkas Masa Depan
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Setiap hari, miliaran unit pendingin udara (AC) dan lemari es di seluruh dunia bekerja tanpa henti untuk menjaga kesegaran makanan dan kenyamanan suhu ruangan. Di balik fungsi krusial tersebut, terdapat ancaman lingkungan tersembunyi berupa penggunaan senyawa hydrofluorocarbon (HFC) atau yang lebih populer dikenal sebagai freon. Selama puluhan tahun, industri global terjebak dalam siklus penguapan dan kondensasi freon yang berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global. Namun, sebuah terobosan ilmiah dari Lawrence Berkeley National Laboratory di University of California, Berkeley, bersiap untuk mengubah total peta teknologi pendingin ini dengan memanfaatkan bahan yang sangat akrab dengan keseharian kita, yaitu garam.

Terobosan ini berpusat pada sebuah metode inovatif yang dinamakan siklus ionokalori (ionocaloric cycle). Konsep dasarnya meniru cara alamiah es menyerap panas saat mencair. Ketika suhu lingkungan meningkat, es akan berubah wujud menjadi air dan secara otomatis menyedot energi panas di sekitarnya, sehingga menciptakan efek dingin. Para peneliti berupaya mereplikasi proses perubahan wujud fisik ini tanpa harus menaikkan suhu untuk memicu pencairan. Solusi cerdas yang mereka temukan adalah dengan menambahkan partikel bermuatan energi yang disebut ion ke dalam material pendingin.

Prinsip kerja penambahan ion ini sebenarnya mirip dengan metode kuno yang sering digunakan di negara-negara dengan empat musim. Di wilayah tersebut, garam biasa ditaburkan di atas jalanan bersalju saat musim dingin agar es segera mencair dan tidak membahayakan pengguna jalan. Dengan memanipulasi struktur material menggunakan aliran ion, para peneliti berhasil mengontrol proses penyerapan dan pelepasan energi panas secara lebih efisien dan terkendali.

Baca Juga

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Drew Lilley, salah satu peneliti utama dari Lawrence Berkeley National Laboratory, menjelaskan tantangan besar yang dihadapi industri ini selama bertahun-tahun. Menurutnya, belum ada solusi alternatif yang sukses menciptakan suhu dingin secara efisien, aman bagi pengguna, sekaligus ramah lingkungan. Ia menegaskan bahwa tim peneliti sangat meyakini siklus ionokalori memiliki potensi besar untuk menjadi jawaban atas kebuntuan teknologi pendingin global saat ini.

Dalam rangkaian uji coba laboratorium, tim peneliti menggunakan formula garam yang diracik dari yodium dan natrium untuk mencairkan senyawa etilena karbonat. Senyawa cair ini sangat ramah lingkungan karena diproduksi dengan memanfaatkan karbon dioksida, bahan yang juga lazim digunakan dalam industri pembuatan baterai lithium-ion. Melalui integrasi ini, proses pendinginan yang dihasilkan tidak hanya menghasilkan nol emisi, melainkan berpotensi mencapai emisi negatif yang sangat menguntungkan bagi kelestarian bumi. Hasil pengujian menunjukkan performa yang sangat menjanjikan, di mana suhu mampu berubah hingga 25 derajat Celcius hanya dengan pasokan daya listrik sebesar 1 volt.

Baca Juga

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Saat ini, fokus penelitian telah bergeser ke arah komersialisasi dan pengembangan sistem praktis agar teknologi ini dapat segera diaplikasikan pada perangkat rumah tangga secara massal. Tantangan berikutnya adalah menemukan jenis garam yang memiliki kemampuan paling optimal dalam menyerap panas dari ruangan. Pada tahun 2025, tim peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa garam berbasis nitrat menunjukkan tingkat efisiensi paling tinggi untuk mendukung sistem pendingin masa depan ini. Jika fase komersialisasi ini berjalan lancar, era kulkas dan AC berbahan bakar freon yang merusak ozon akan segera berakhir.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

teknologi pendinginfreonsiklus ionokaloriramah lingkunganinovasi sains

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap