Negara Bagian Florida bersiap mencatat sejarah kelam yang telah terkubur selama lebih dari enam dekade. Pada hari Selasa, otoritas setempat menjadwalkan eksekusi mati terhadap dua terpidana pembunuhan hanya dalam rentang waktu enam jam. Langkah agresif ini menandai pertama kalinya sejak tahun 1964 Florida mengeksekusi lebih dari satu orang dalam sehari, sekaligus mempertegas percepatan penerapan hukuman mati yang tengah gencar dilakukan oleh pejabat negara bagian tersebut.
Terpidana pertama yang akan menghadapi regu eksekusi adalah James Duckett. Pria berusia 67 tahun yang juga mantan perwira polisi ini telah mendekam di sel tahanan selama lebih dari tiga puluh tahun. Ia divonis bersalah atas pembunuhan seorang anak perempuan berumur 11 tahun pada tahun 1987 silam. Sesuai jadwal, Duckett akan menerima suntikan mati pada Selasa siang waktu setempat.
Hanya berselang beberapa jam kemudian, giliran Dominick Occhicone yang akan dibawa ke ruang eksekusi. Di usianya yang telah menginjak 80 tahun, Occhicone akan tercatat sebagai terpidana tertua kedua yang dieksekusi dalam sejarah modern hukuman mati di Amerika Serikat. Ia dijatuhi hukuman maksimal atas pembunuhan ganda terhadap orang tua dari mantan kekasihnya, sebuah tragedi berdarah yang juga terjadi pada tahun 1987.
Hubungan Stres dan GERD, Bagaimana Pikiran Memengaruhi Asam Lambung

Langkah tergesa-gesa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan rohaniwan. Pastor Dustin Feddon, seorang pemuka agama Katolik yang mendampingi para terpidana mati di Florida, menyebut jadwal yang berhimpitan ini sebagai anomali yang mengkhawatirkan. Menurutnya, mengeksekusi dua nyawa dalam jarak waktu yang sangat singkat bukan sekadar masalah teknis, melainkan sebuah gangguan serius pada sistem kemanusiaan dan keadilan.
Kebijakan percepatan eksekusi ini berjalan di bawah kepemimpinan Gubernur Florida dari Partai Republik, Ron DeSantis. Pada tahun 2025, Florida mencetak rekor tertinggi dengan mengeksekusi 19 terpidana mati, dan sepanjang tahun ini, tercatat sudah ada 10 orang yang dieksekusi. DeSantis secara konsisten membela kebijakan ini dengan argumen bahwa hukuman mati merupakan pemenuhan rasa keadilan bagi keluarga korban yang telah lama menanti.
Ramalan Zodiak Pisces dan Aries Selasa, 25 Agustus 2026

Namun, di tingkat nasional, mengeksekusi beberapa terpidana dalam satu hari adalah praktik yang sangat tidak lazim. Dalam kurun waktu 26 tahun terakhir, hanya Arkansas pada tahun 2017 dan Texas pada tahun 2000 yang pernah mengambil langkah serupa. Para aktivis hak asasi manusia memperingatkan bahwa tekanan waktu yang ketat ini memperbesar risiko kegagalan prosedur medis atau komplikasi saat penyuntikan zat mematikan dilakukan.
Hingga saat-saat terakhir, tim hukum kedua terpidana terus berupaya mengajukan gugatan untuk menunda eksekusi tersebut. Pengacara Duckett menyoroti adanya keraguan atas hasil tes DNA pascavonis yang dinilai tidak meyakinkan, sementara pembela Occhicone berargumen bahwa mengeksekusi lansia berusia 80 tahun adalah bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. Meski demikian, Mahkamah Agung Florida telah menolak banding terbaru mereka, menyisakan ruang gerak yang kian sempit bagi kedua terpidana sebelum jarum suntik bekerja.






