Negara Bagian Florida bersiap mencatat sejarah kelam yang telah terkubur selama lebih dari enam dekade. Pada hari Selasa, otoritas setempat menjadwalkan eksekusi mati terhadap dua terpidana pembunuhan hanya dalam rentang waktu enam jam. Langkah agresif ini menandai pertama kalinya sejak tahun 1964 Florida mengeksekusi lebih dari satu orang dalam sehari, sekaligus mempertegas percepatan penerapan hukuman mati yang tengah gencar dilakukan oleh pejabat negara bagian tersebut.
Terpidana pertama yang akan menghadapi regu eksekusi adalah James Duckett. Pria berusia 67 tahun yang juga mantan perwira polisi ini telah mendekam di sel tahanan selama lebih dari tiga puluh tahun. Ia divonis bersalah atas pembunuhan seorang anak perempuan berumur 11 tahun pada tahun 1987 silam. Sesuai jadwal, Duckett akan menerima suntikan mati pada Selasa siang waktu setempat.
Hanya berselang beberapa jam kemudian, giliran Dominick Occhicone yang akan dibawa ke ruang eksekusi. Di usianya yang telah menginjak 80 tahun, Occhicone akan tercatat sebagai terpidana tertua kedua yang dieksekusi dalam sejarah modern hukuman mati di Amerika Serikat. Ia dijatuhi hukuman maksimal atas pembunuhan ganda terhadap orang tua dari mantan kekasihnya, sebuah tragedi berdarah yang juga terjadi pada tahun 1987.








