Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu sempat memicu kekhawatiran masyarakat karena adanya peringatan dini tsunami yang sempat aktif. Meskipun situasi dilaporkan berangsur kondusif dan kini tidak ada lagi warga yang dinyatakan hilang, kebutuhan akan layanan kesehatan darurat bagi para korban terdampak masih sangat mendesak. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk segera menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah terdampak di NTT.
Sebagai langkah respons cepat terhadap situasi pascabencana tersebut, FK-KMK UGM Kirim Tim Medis dan Obat-obatan untuk Korban Gempa NTT. Misi kemanusiaan ini resmi diberangkatkan pada Rabu (19/8) dari Kantor Pusat Tata Usaha FK-KMK UGM. Tim penolong ini dijadwalkan akan berada di lokasi bencana untuk menjalankan misi medis dan manajemen bencana hingga tanggal 30 Agustus 2026. Salah satu titik yang menjadi lokasi sasaran awal penugasan tim medis ini adalah Kabupaten Ngada.
Mobil Terbakar di Jalan Raya Alternatif Cibubur Bogor, Sopir Melarikan Diri

Personel yang dikirimkan ke lokasi bencana berjumlah enam orang. Tim ini merupakan gabungan dari tiga anggota tim manajemen bencana FK-KMK UGM serta tiga tenaga medis yang berasal dari Rumah Sakit Akademik UGM. Salah satu tenaga medis yang diterjunkan langsung adalah Rizki Fitria Febrianti, yang merupakan dokter umum di Rumah Sakit Akademik UGM. Pengiriman tim ini dikoordinasikan secara erat oleh Dekan FK-KMK UGM Yodi Mahendradhata bersama dengan Ketua Kelompok Kerja Bencana FK-KMK UGM Sutono.
Untuk mendukung operasional medis di lapangan, tim membawa serta bantuan obat-obatan seberat kurang lebih 40 kilogram. Bantuan obat-obatan ini bersumber dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, Pemda DIY secara keseluruhan telah menyiapkan sekitar 240 kilogram obat-obatan untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak bencana. Paket obat-obatan yang dibawa oleh tim medis UGM ini meliputi parasetamol, multivitamin, ibuprofen, antasida, cetirizine, cairan infus, serta perlengkapan medis pendukung seperti masker dan sarung tangan medis.
Polda Metro Jaya dan DJP Bongkar Sindikat Meterai Palsu, Potensi Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun

Di samping pergerakan tim medis dari Yogyakarta, penanganan dampak gempa di wilayah NTT juga mendapatkan dukungan dari lembaga lain. Baznas dilaporkan telah memberangkatkan Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) ke lokasi bencana. Tim BTB ini diterjunkan untuk segera melakukan evakuasi dan membantu penanganan para korban gempa bumi yang membutuhkan pertolongan di berbagai wilayah terdampak di NTT. Kolaborasi dari berbagai elemen ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fisik dan kesehatan para penyintas gempa.






