Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Selatan kini menimbulkan dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat setempat berupa kabut asap tebal. Kabut asap tebal yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan tersebut menyelimuti berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu wilayah yang terpapar dampak cukup parah adalah daerah Liang Anggang yang terletak di Banjarbaru. Keberadaan kabut asap tebal ini membuat kondisi udara di kawasan tersebut menjadi sangat tidak sehat dan membatasi ruang gerak masyarakat sekitar.
Pada hari Rabu (19/8), kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah tersebut telah membatasi jarak pandang secara signifikan. Terbatasnya jarak pandang ini secara langsung mengganggu berbagai aktivitas warga setempat yang harus beraktivitas di luar ruangan pada hari Rabu tersebut. Kondisi jalan raya dan lingkungan pemukiman yang tertutup asap pekat membuat warga harus ekstra hati-hati, bahkan sebagian besar terpaksa membatasi kegiatan di luar rumah demi menghindari paparan asap.
Dampak buruk dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang beraktivitas di darat. Sektor transportasi udara pun turut mengalami hambatan yang cukup serius. Operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor yang berlokasi di Banjarmasin dilaporkan terganggu akibat kabut asap tersebut. Menurunnya jarak pandang di kawasan bandara secara signifikan mempersulit jalannya aktivitas penerbangan, baik untuk proses lepas landas maupun pendaratan pesawat.
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Ruteng NTT, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Akibat gangguan jarak pandang yang disebabkan oleh kabut asap tebal tersebut, dilaporkan ada sebanyak 12 penerbangan yang terdampak. Sebanyak 12 penerbangan ini mengalami gangguan operasional karena kondisi jarak pandang yang dinilai tidak aman untuk aktivitas penerbangan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan telah meluas dan mengganggu sistem transportasi udara yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat.
Kalimantan Selatan sendiri secara geografis memang termasuk ke dalam wilayah yang rawan akan bencana kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah bahkan telah memasukkan Provinsi Kalimantan Selatan ke dalam daftar resmi enam provinsi yang paling rawan terjadi karhutla di seluruh Indonesia. Masuknya provinsi ini dalam daftar enam daerah rawan tersebut menegaskan perlunya kewaspadaan yang tinggi serta penanganan yang berkelanjutan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kapal Rumah Sakit TNI AD Berlayar ke NTT, Bawa Bantuan untuk Korban Gempa

Sehubungan dengan situasi kabut asap yang semakin pekat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga turut memberikan peringatan kepada masyarakat luas. BMKG mengingatkan warga agar senantiasa mewaspadai kualitas udara di wilayah mereka yang terus menurun. Berdasarkan data pemantauan, kualitas udara di wilayah Kalimantan Selatan kini telah mencapai kategori Berbahaya, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan dari ancaman kabut asap.






