apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Togar PanjaitanDiterbitkan 30 Jul 2026 - 10.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kematian tragis seorang dokter internship berinisial SZM di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, memicu penyelidikan mendalam dari berbagai pihak. Korban yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ditemukan meninggal dunia di pelataran apartemen tersebut pada tanggal 26 Juli 2026. Ia diduga melompat dari unit apartemen yang terletak di lantai 18.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, korban diketahui tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum peristiwa itu terjadi, sang ibu sempat mengajak SZM untuk pergi ke pusat perbelanjaan atau mal, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban yang memilih untuk tetap tinggal di dalam apartemen. Setelah ibunya pergi, SZM mengunci pintu apartemen dari dalam. Korban diduga melompat dari jendela unit tersebut dan dilaporkan sempat tersangkut di area balkon sebelum akhirnya jatuh ke pelataran bawah.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Menanggapi kejadian ini, Kementerian Kesehatan (
Kemenkes
) segera melakukan penelusuran mendalam. Penyelidikan oleh Kemenkes difokuskan pada lima aspek utama, yaitu jam kerja, beban kerja, hak izin sakit atau cuti, kondisi lingkungan kerja, serta kondisi kesehatan korban sendiri. Hasil dari
investigasi
tersebut kemudian dipaparkan oleh Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal Kemenkes, Hendra Teja, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 29 Juli 2026.

Terkait aspek jam kerja dan beban kerja, Kemenkes menyatakan tidak menemukan adanya pelanggaran atau kelebihan beban pada korban. Hendra Teja menegaskan bahwa jam kerja bagi dokter peserta program internship telah dibatasi maksimal 40 jam per minggu, dan aturan ini dipatuhi. Selain itu, selama menjalani program internship di Rumah Sakit Sentra Medika Depok, SZM tidak dibebani pekerjaan secara berlebihan.

Baca Juga

Penyebab Kemenkes Meliburkan Ribuan Dokter Internship dan Mewajibkan Skrining Kesehatan Jiwa Ulang

Penyebab Kemenkes Meliburkan Ribuan Dokter Internship dan Mewajibkan Skrining Kesehatan Jiwa Ulang

Pihak rumah sakit bahkan memberikan kelonggaran berupa izin tidak bekerja saat korban sakit, tanpa kewajiban untuk mengganti hari atau jam kerja yang terlewat. Kebijakan ini mengacu pada aturan internal rumah sakit tempat korban bertugas.

Lingkungan kerja di tempat SZM bertugas juga dinilai sangat kondusif. Dari hasil pemeriksaan, rekan-rekan sejawat serta dokter pendamping di RS Sentra Medika Depok menunjukkan sikap yang sangat suportif dan mendukung korban selama bertugas. Korban juga diketahui kerap mendapatkan pasokan konsumsi atau makanan ketika sedang menjalankan tugasnya sebagai dokter internship di lingkungan tersebut.

Namun, dari sisi kesehatan, tim investigasi menemukan fakta bahwa dokter SZM memiliki riwayat masalah kesehatan jiwa. Kondisi medis ini mengharuskan korban untuk mengonsumsi obat secara rutin dan teratur.

Baca Juga

Tim Investigasi Kemenkes Ungkap Riwayat Kesehatan Jiwa Mendiang dr. SZM

Tim Investigasi Kemenkes Ungkap Riwayat Kesehatan Jiwa Mendiang dr. SZM

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Putra, menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi catatan penting bagi tata kelola program internship secara nasional. Kemenkes memandang evaluasi terhadap program ini perlu terus berjalan secara berkesinambungan, terlebih setelah adanya dua kasus terbaru yang terjadi di Lampung dan di Apartemen Kalibata. Menurut Rudi, dua kasus kematian dari total enam insiden yang menimpa dokter internship harus dijadikan perhatian yang sangat serius agar penguatan tata kelola yang telah diperbaiki dapat benar-benar diterapkan di lapangan.

Sebagai langkah perbaikan sistemik, Kemenkes sebenarnya telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor 594 Tahun 2026 tertanggal 8 Juni 2026. Keputusan ini mengatur tentang pembatasan jam kerja bagi para peserta internship dengan menyusun pedoman yang membedakan aturan penugasan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan di rumah sakit.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investigasikesehatan jiwadokter internshipKemenkesApartemen Kalibata

Berita Terbaru Lainnya

Penyebab Kemenkes Meliburkan Ribuan Dokter Internship dan Mewajibkan Skrining Kesehatan Jiwa UlangMemahami Gugatan Aturan Kekebalan Hukum Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond di Mahkamah KonstitusiTim Investigasi Kemenkes Ungkap Riwayat Kesehatan Jiwa Mendiang dr. SZMProgram Insentif Biodiesel Hemat Devisa Negara hingga Rp722,9 TriliunTantangan Pencegahan Bunuh Diri di Indonesia, Angka Kasus Masih Tinggi di Usia ProduktifKerusakan Barang Milik Negara Akibat Bencana Sumatera Capai Rp1,06 TriliunSerangan Udara Arab Saudi dan AS Hantam Pangkalan PMF di Irak, Bangunan Dilaporkan Rata dengan TanahSkandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Pertanian Ditangkap

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap