Piala Presiden 2026 resmi membuka tirainya di tanah Bandung dengan dua pertandingan yang menyajikan cerita kontras. Di satu sisi, laga pembuka Grup A antara dua tim undangan asing menyuguhkan drama saling susul gol yang berakhir tanpa pemenang. Sementara di sisi lain, pertarungan dua raksasa Jawa Barat dan Jawa Timur berlangsung ketat dan hanya bisa dituntaskan lewat sebiji gol.
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, menjadi saksi bagaimana turnamen pramusim ini langsung memanas sejak peluit pertama dibunyikan. Ratusan pasang mata yang memadati tribun disuguhi pertandingan antara DPMM FC melawan Tampines Rovers. Wakil Brunei Darussalam dan Singapura itu tidak saling mengenal kata aman. Begitu wasit memulai laga, Tampines Rovers langsung menusuk. Belum genap tiga menit pertandingan berjalan, Hide Higashikawa mencatatkan namanya di papan skor setelah sepakannya gagal dihalau sempurna oleh Haime Anak Nyaring. Gol cepat ini sontak mengubah peta permainan.
DPMM FC yang terkejut tidak lantas menyerah. Mereka mengangkat intensitas, memainkan skema bola-bola cepat yang merepotkan lini belakang lawan. Lima kali percobaan dilepaskan sepanjang babak pertama, meski hanya satu yang mengarah ke gawang Zharfan Rohaizad. Skor 1-0 untuk Tampines bertahan hingga turun minum. Ruang ganti menjadi titik balik. Pelatih DPMM meracik ulang pendekatan, dan hasilnya terlihat nyata begitu babak kedua dimulai. Permainan lebih terorganisir, serangan balik dibangun lebih efektif tanpa perlu menguasai bola dalam waktu lama. Di menit ke-47, Azwan Ali Rahman menyambar umpan Dalberto Luan untuk menyamakan kedudukan.
Taruhan Gengsi Persib dan Arema di Laga Pembuka Piala Presiden

Keberhasilan itu menaikkan moral DPMM FC. Tiga belas menit berselang, Ali Rahman beralih peran menjadi pengumpan. Kali ini Oscar Santis yang menuntaskan peluang, membawa tim tamu berbalik unggul 2-1. Namun euforia itu tak berumur panjang. Tampines Rovers menunjukkan mentalitas pantang menyerah ketika Faris Ramli mencetak gol penyama di menit ke-71. Kedudukan 2-2 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin.
Kontras dengan laga pertama yang penuh kejutan, duel Persib Bandung melawan Arema FC berlangsung lebih tertutup. Maung Bandung tampil sabar menghadapi Singo Edan yang datang dengan misi mencuri poin di kandang lawan. Transisi cepat dan penguasaan bola yang terukur menjadi senjata tuan rumah. Satu-satunya gol yang menjadi pembeda lahir dari Uilliam Barros. Pemain asing itu memastikan tiga poin perdana bagi Persib sekaligus membawa timnya memuncaki klasemen Grup A. Kemenangan tipis ini memperlihatkan bahwa di turnamen pramusim, ketajaman lini depan menjadi harga mati.
Kue Kantin dan Amarah Ketua DPRD Bone Berujung Laporan Polisi

Dengan hasil ini, peta persaingan Grup A mulai menunjukkan bentuknya. Persib duduk di posisi teratas dengan tiga poin, diikuti DPMM FC dan Tampines Rovers yang masing-masing mengantongi satu poin. Arema FC harus rela menjadi juru kunci tanpa raihan angka, menjadi satu-satunya tim yang pulang dengan tangan hampa pada hari pertama. Perjalanan masih panjang, namun Sabtu sore di Soreang memberi isyarat bahwa Piala Presiden 2026 akan dipenuhi intrik dan tensi yang sulit ditebak hingga akhir.






