Perdebatan mengenai sanksi hukum yang paling efektif untuk memberikan efek jera bagi para pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia kembali mengemuka ke publik. Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ahmad Sahroni, memberikan tanggapan langsung terkait usulan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendorong diterapkannya hukuman mati bagi para koruptor. Sahroni menegaskan pandangannya bahwa fokus utama negara saat ini sebaiknya diarahkan pada upaya pemulihan aset negara yang telah hilang. Menurutnya, pemulihan aset tersebut jauh lebih mendesak dan penting untuk didorong dibandingkan dengan menerapkan eksekusi hukuman mati terhadap pelaku korupsi.








