Detik Sunyi Perpisahan Pionir IKN di Rusun ASN Nusantara

Nyaring AranPublished 26 Jul 2026 - 01.280 Reads
Bagikan WhatsAppX
Detik Sunyi Perpisahan Pionir IKN di Rusun ASN Nusantara
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Hunian ASN 3 Tower 6 di Kota Nusantara siang itu terasa begitu lengang. Di balik pintu kamar nomor 102 yang tertutup rapat, keheningan menyelubungi sosok yang selama ini lantang memperkenalkan wajah ibu kota baru kepada publik. Troy Harold Yohanes Pantouw, Juru Bicara sekaligus Staf Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, tak lagi menyahut ketika namanya berkali-kali dipanggil. Panggilan telepon sopir pribadinya yang sudah menanti sejak pukul delapan pagi hanya bersambut nada sambung tanpa jawaban.

Padahal, pagi itu Troy terbangun dan beraktivitas seperti biasa sejak pukul enam. Jadwalnya sudah tersusun: memimpin ibadah di sebuah gereja di Balikpapan segera setelah bertolak dari Nusantara. Seluruh persiapan berangkat tampak sudah tertata. Namun ketika jarum jam terus bergerak dan sang sopir tak kunjung mendapat respons, kekhawatiran mulai merebak. Keputusan diambil untuk memeriksa langsung kamar yang selama ini menjadi ruang istirahat pria 58 tahun tersebut.

Upaya mengetuk pintu serta meneriakkan nama Troy berulang kali tak membuahkan hasil. Dalam situasi mencekam, sejumlah orang di sekitar鈥攖ermasuk Deputi Pengendalian Pembangunan Thomas Umbu Pati yang kebetulan tinggal berhadapan dengan kamar almarhum鈥攕epakat membuka paksa pintu. Apa yang tampak di dalam seketika membekukan langkah: Troy berbaring di tempat tidur dalam keadaan tidak bernapas. Tak ada tanda-tanda pergolakan atau kondisi mencurigakan pada tubuhnya. Tim yang sigap langsung membawanya ke Rumah Sakit Hermina IKN sekitar pukul 12.45 Wita. Dua jam lebih kemudian, tepat pukul 14.25, tim dokter memastikan almarhum telah berpulang karena sebab alami.

Also Read

Dari Gas Air Mata ke Tarian, Bagaimana Pemuda India Memaksa Menteri Pendidikan Mundur

Kabar ini sontak menjawab pertanyaan sekaligus menambah luka: di balik ketangguhan seorang juru bicara yang selalu tampil prima, tersimpan riwayat hipertensi yang akrab di tubuhnya. Keluarga mengonfirmasi bahwa Troy rutin mengonsumsi obat tekanan darah tinggi setiap hari. Penyakit yang kerap disebut silent killer itu seolah menjadi bagian sunyi dari kesehariannya, tanpa menghalangi langkahnya menjadi salah satu pionir di kawasan yang dahulu hanya berupa hamparan Hutan Tanaman Industri.

Kepergian Troy menyentuh ingatan tentang masa-masa awal pembangunan IKN pada 2021. Kala itu, ia bersama Thomas Umbu Pati dan Myrna Safitri dipercaya membantu Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, merintis kerja besar dari titik nol. Gedung perkantoran belum ada, fasilitas hidup masih minim; satu-satunya pilihan adalah berkantor di Balikpapan lalu menempuh dua jam perjalanan darat setiap hari demi mengawal proyek strategis nasional. Hingga kemudian Rusun ASN 3 berdiri dan Troy dapat menetap di sana鈥攖empat yang kini menjadi saksi hening perpisahannya.

Also Read

Kisah Momon dan Benih yang Tak Jadi Tersebar

Kini, jenazah Troy Pantouw telah diberangkatkan dari RS Hermina IKN menuju Jakarta dan diperkirakan tiba di rumah duka pada Minggu pagi. Kepergiannya yang mendadak dalam sunyi di hunian pionir Nusantara seakan menggenapkan kisah dedikasi yang ia raj ut hingga hari terakhirnya. Sosoknya akan dikenang tidak hanya sebagai suara otorita, tetapi juga sebagai pejalan awal yang menyusuri hutan industri menuju cakrawala ibu kota masa depan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca