Dari Mushala ke Kelas Baru, Babak Pemulihan SDN Tanggirejo yang Dinanti

Usat NgajiPublished 26 Jul 2026 - 15.45 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Dari Mushala ke Kelas Baru, Babak Pemulihan SDN Tanggirejo yang Dinanti
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Lantunan doa dan suara guru mengajar bergantian memenuhi sudut-sudut mushala kecil di SDN Tanggirejo, Tegowanu. Ruang ibadat itu terpaksa disulap menjadi ruang kelas darurat setelah atap sejumlah bangunan induk sekolah ambrol diterpa usia dan cuaca. Lebih dari sekadar ketidaknyamanan, kondisi itu menyulut kekhawatiran diam-diam di hati para orang tua: akankah anak-anak mereka bisa belajar dengan tenang?

Jawabannya mulai terlihat pada Sabtu pagi, 25 Juli 2026. Suara palu dan langkah para pekerja menggantikan kegamangan yang menghantui sekolah di pelosok Grobogan, Jawa Tengah ini. Revitalisasi menyeluruh akhirnya dimulai, sehari setelah tim Sekretariat Presiden dan Sekretariat Kabinet menginjakkan kaki langsung di lokasi untuk memetakan kerusakan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Kedatangan tim pusat pada Jumat, 24 Juli, bukan sekadar seremonial; dari sanalah lahir instruksi cepat agar penanganan tidak lagi tertunda.

Also Read

Jejak Pelarian Maling Motor Penembak Ojek Berujung di Rumah Sunyi Lampung Timur

Juwariyah, Kepala SDN Tanggirejo, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah yang dianggapnya telah merespons dengan kepekaan tinggi. Bagi Juwariyah, dimulainya pembangunan ini adalah titik balik semangat belajar yang sempat meredup. “Selama ini kami berusaha sekuat tenaga agar roda pendidikan tetap berputar meski ruang gerak kami terbatas,” tuturnya, mengenang masa ketika kelas-kelas harus dijadwalkan secara bergilir demi menghindari area berbahaya.

Cakupan revitalisasi ini melampaui sekadar tambal sulam atap. Rancangan perbaikannya menyentuh hampir seluruh ekosistem belajar: ruang kelas, perpustakaan, pintu, jendela, lantai, plafon, hingga mushala yang selama ini menjadi oase darurat. Sanitasi dan suplai air toilet yang kerap luput dari perhatian kini masuk dalam prioritas, begitu pula penataan drainase dan lingkungan sekolah. Langkah ini mengisyaratkan bahwa pemerintah berupaya menyelesaikan akar masalah, bukan hanya menutupi luka yang tampak. Sekolah memastikan akan mendukung penuh proses pembangunan agar target waktu bisa dikejar tanpa menghambat proses belajar yang tersisa.

Also Read

Sinode Gereja Toraja Mamasa Jadi Panggung Penguatan Empat Pilar Kebangsaan

Harapan kini merekah di wajah para siswa dan guru. Juwariyah mengajak semua pihak membayangkan ruang-ruang yang sebentar lagi akan kembali utuh, tempat anak-anak bisa duduk tanpa cemas menatap langit-langit yang berlubang. “Ini kabar membahagiakan,” ujarnya, mewakili perasaan lega seluruh keluarga besar sekolah. Dengan infrastruktur yang layak, semangat belajar yang sempat terpaksa berkompromi dengan kondisi darurat diyakini akan kembali menyala. Revitalisasi ini pun menjadi penegas bahwa akses pendidikan yang aman dan nyaman adalah janji yang harus disegerakan, bukan ditunda hingga celah-celah atap itu menutup sendiri.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca