apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Dari Gas Air Mata ke Tarian, Bagaimana Pemuda India Memaksa Menteri Pendidikan Mundur

Agus CahyonoDiterbitkan 26 Jul 2026 - 01.40 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dari Gas Air Mata ke Tarian, Bagaimana Pemuda India Memaksa Menteri Pendidikan Mundur
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Di bawah langit New Delhi yang mulai jingga, kawasan Jantar Mantar bergemuruh oleh suara genderang dan sorak-sorai yang merekah seperti letupan kembang api. Ribuan pemuda tidak lagi berteriak lantang menggugat; mereka menari, melompat, dan saling merangkul dalam pesta spontan yang terasa seperti pembebasan. Lantunan “Kita berhasil” yang diteriakkan Abhijeet Dipke, pendiri Cockroach Janta Party, membelah kerumunan dengan nada penuh kelegaan. Gas air mata yang beberapa hari sebelumnya menyesakkan dada, kini hanya menjadi kenangan pahit yang tenggelam dalam riuh kemenangan.

Pemicu ledakan kegembiraan itu adalah pengunduran diri Dharmendra Pradhan dari jabatan Menteri Pendidikan India. Langkah tersebut menjadi jawaban dari gelombang protes kaum muda yang meluas bagai api di padang rumput kering. Akar kemarahan mereka tertanam pada bulan Mei, ketika ujian masuk bergengsi untuk program kedokteran—ujian yang menentukan masa depan jutaan keluarga kelas menengah dan miskin—bocor. Skandal kebocoran soal ini memaksa pemerintah membatalkan hasil ujian dan memerintahkan tes ulang. Sekitar dua juta anak muda, yang telah menyimpan harapan dan menguras tenaga, terpaksa menelan kekecewaan dan kembali menatap ketidakpastian. Mereka tidak tinggal diam.

Baca Juga

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Aksi unjuk rasa yang berpusat di Jantar Mantar itu segera menjelma menjadi gerakan mahasiswa terbesar yang dihadapi India dalam beberapa tahun terakhir. Massa memadati jalanan, menyeret isu ini ke jantung politik nasional. Politisi oposisi tanpa ragu menunggangi gelombang ketidakpuasan itu, sementara sidang parlemen berulang kali terganggu oleh desakan agar pemerintah bertanggung jawab. Tekanan terhadap Perdana Menteri Narendra Modi semakin menguat. Namun, yang benar-benar memantik api kemarahan publik adalah pemandangan polisi yang menembakkan gas air mata ke arah para demonstran—sebagian besar dari mereka masih menyandang ransel dan buku catatan. Pihak berwenang bersikukuh bahwa tindakan itu perlu demi menjaga ketertiban dan kepatuhan hukum, tetapi citra represif itu justru menjadi bahan bakar yang memperbesar nyala protes.

Pradhan akhirnya memilih mundur beberapa jam sebelum perundingan antara pemerintah dan pemimpin aksi digelar. Melalui unggahan di platform X, ia menulis bahwa keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan situasi di Jantar Mantar dan seluruh negeri, agar “kekuatan anti-nasional tidak mengambil keuntungan dari situasi ini.” Kalimat itu menyiratkan bahwa di matanya, demonstrasi yang dipicu oleh kebocoran soal bisa ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas negara. Namun, bagi para pemuda yang memadati Jantar Mantar, surat pengunduran diri yang ia kirimkan kepada Perdana Menteri bukanlah sekadar manuver politik untuk meredam gejolak; itu adalah bukti bahwa suara mereka, yang dulu nyaris diabaikan, mampu merontokkan pucuk birokrasi pendidikan.

Baca Juga

Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Kejatuhan seorang menteri akibat protes jalanan jarang terjadi dalam lanskap politik India modern. Peristiwa ini menorehkan kemenangan langka bagi aktivisme mahasiswa yang selama ini harus berhadapan dengan struktur kekuasaan yang kokoh. Tarian dan sorak-sorai di Jantar Mantar tidak sekadar menandai mundurnya seorang pejabat; ia menandai lahirnya kepercayaan baru bahwa suara kolektif pemuda—ketika dipadukan dengan luka bersama dan media sosial—dapat memantulkan gema yang begitu kuat hingga mencapai bilik-bilik kekuasaan. Apakah kemenangan ini akan menjadi pengecualian atau titik awal akuntabilitas yang lebih besar? Para demonstran yang malam itu pulang dengan wajah sumringah mungkin belum memiliki semua jawaban, tetapi mereka tahu: hari itu, mereka telah menulis ulang aturan mainnya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

demo Indiamenteri pendidikankebocoran soalpemudaprotesJantar Mantar

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap