Langkah efisiensi terus membayangi industri e-commerce tanah air. Kabar terbaru menyebutkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada ratusan karyawan TikTok Shop di Indonesia. Pemangkasan ini menyasar berbagai divisi penting, mulai dari logistik, operasional, pemasaran, hingga pergudangan. Dengan adanya keputusan ini, jumlah total pekerja yang tersisa di entitas gabungan Tokopedia dan TikTok Shop kini diperkirakan berada di angka 2.500 orang. Restrukturisasi ini menjadi kelanjutan dari langkah ByteDance yang sebelumnya juga sempat memangkas 450 karyawan pada pertengahan tahun 2024.
Penyesuaian organisasi ini berjalan seiring dengan proses integrasi setelah terjadinya merger tiktok shop dan tokopedia kemendag yang secara resmi disahkan pada 31 Januari 2024. Melalui skema tersebut, ByteDance memegang kendali mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 75,01 persen melalui TikTok Nusantara (SG) Pte Ltd, sementara GoTo mempertahankan kepemilikan sebesar 24,99 persen. Perbedaan struktur operasional kedua perusahaan terlihat cukup kontras, di mana ByteDance secara global hanya mengandalkan tim kreatif yang beranggotakan 12 orang untuk operasional seluruh dunia, berbanding terbalik dengan Tokopedia yang memiliki tim kreatif lokal sebanyak 80 orang untuk mengelola produknya secara mandiri.
Kendati diwarnai pemangkasan tenaga kerja, performa bisnis entitas gabungan ini menunjukkan catatan transaksi yang signifikan sepanjang tahun 2024. Indonesia memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap ekosistem global dengan menyumbang 6,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 100,5 triliun) dari total gross merchandise value (GMV) global TikTok Shop yang mencapai 32,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 528,6 triliun). Angka kontribusi Indonesia ini berada di bawah pasar Amerika Serikat yang mencatatkan sumbangan sebesar 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 145,8 triliun).
Kapan Realisasi Rencana Perpanjangan Rute Kereta Cepat Whoosh ke Surabaya?

Potensi pasar yang besar ini didukung oleh basis pengguna aktif TikTok di Indonesia yang mencapai 125 juta pengguna setiap bulannya. Per Desember 2023, platform ini juga mencatat lebih dari 8 juta kreator yang berhasil memperoleh penghasilan. Dalam perkembangannya, integrasi layanan e-commerce ke dalam platform sosial ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan produk lokal. Tercatat sebanyak 60 persen konten promosi, baik berupa video pendek maupun siaran langsung (LIVE), dimanfaatkan untuk mendukung produk lokal yang dipasarkan di ShopTokopedia.
Sejumlah program kemitraan yang digulirkan juga memberikan dampak langsung bagi para pelaku usaha. Program Creators Lab yang diluncurkan sejak pertengahan tahun 2024, misalnya, berhasil membantu sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang meningkatkan nilai transaksi rata-rata hingga hampir 9,5 kali lipat setelah berkolaborasi dengan para kreator konten. Selain itu, program Youth Affiliate juga tercatat berhasil menaikkan jumlah pelaku UMKM yang terhubung dengan kreator afiliasi sebesar 45 persen.
Bukan Soal Gengsi, Ini Cara "Orang Have" Memilih Gear Olahraga Sesuai Kebutuhan

Peningkatan transaksi juga terlihat dari fitur siaran langsung. Pelaku usaha yang memanfaatkan fitur live streaming di TikTok secara rata-rata mengalami kenaikan penjualan di ShopTokopedia hingga 7 kali lipat. Contoh konkretnya adalah produsen lokal seperti Batik Paduka dan Batik Arkanza yang mencatatkan kenaikan penjualan rata-rata 3 kali lipat saat melakukan live streaming. Puncaknya terlihat pada kampanye Promo Guncang 12.12, di mana nilai transaksi melalui fitur LIVE di jam pertama puncak promo melonjak hingga 50 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Walaupun pertumbuhan transaksi ini sangat masif, tantangan penyesuaian struktur internal pasca-merger masih menjadi isu krusial yang harus diselesaikan oleh manajemen baru.






