Banyak masyarakat bertanya-tanya, bagaimana kelanjutan rencana perpanjangan rute kereta cepat Whoosh ke Surabaya dan kapan proyek ini mulai dibangun? Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan belum dapat memberikan kepastian mengenai tanggal pelaksanaan proyek tersebut. Pemerintah memilih untuk bersikap hati-hati dengan memprioritaskan penyelesaian masalah keuangan pada proyek yang sudah berjalan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah melihat hasil restrukturisasi keuangan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terlebih dahulu. Langkah restrukturisasi ini dinilai sangat krusial karena hasilnya akan menjadi tolok ukur utama bagi pemerintah sebelum melangkah ke proyek lanjutan. Evaluasi tersebut nantinya menentukan apakah jalur kereta cepat ini layak diperpanjang hingga Surabaya, atau bahkan sampai ke Banyuwangi sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam proses ini, koordinasi terus berjalan di bawah pengawasan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Agus Harimurti Yudhoyono.
Meskipun kepastian tanggal belum ada, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa proyek ini tetap berjalan terus. Landasan hukum proyek ini sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 296 Tahun 2020. Untuk mempercepat prosesnya, Luhut telah meminta Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono untuk mengawal langsung penyusunan peraturan presiden. Regulasi ini sangat dinanti karena pihak China baru akan memulai studi bersama setelah peraturan presiden tersebut resmi diterbitkan. Di sisi lain, PT Kereta Cepat Indonesia China juga tengah menyiapkan prastudi kelayakan untuk jalur baru ini.
Bukan Soal Gengsi, Ini Cara "Orang Have" Memilih Gear Olahraga Sesuai Kebutuhan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan aspek penting lainnya, yaitu proyek ini tidak boleh membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Oleh karena itu, pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi moda transportasi berbasis rel. Selain opsi kereta berkecepatan tinggi, opsi kereta berkecepatan menengah atau semi-cepat juga turut dipertimbangkan dengan merujuk pada studi yang pernah dilakukan oleh pihak Jepang sebelumnya. Jika proyek ini berhasil direalisasikan, waktu tempuh dari Jakarta ke Surabaya diperkirakan dapat dipangkas secara signifikan dari 10 jam menjadi hanya 3,5 jam. Pemerintah juga menargetkan tarif tiket untuk rute ini nantinya bisa lebih ekonomis jika dibandingkan dengan tarif Whoosh Jakarta-Bandung saat ini. Upaya koordinasi keuangan ini juga melibatkan peran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta CEO Danantara Rosan Roeslani.
Sementara itu, di tingkat daerah, persiapan infrastruktur pendukung juga mulai dirancang. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menyiapkan rencana pembangunan rute baru LRT Jakarta, salah satunya menuju ke Stasiun Whoosh Halim untuk mempermudah akses penumpang. Rute lainnya adalah menuju Jakarta International Stadium yang sudah mendapatkan izin trayek dari Kementerian Perhubungan. Meskipun prioritas jangka pendek Pemprov DKI saat ini adalah menyelesaikan proyek LRT jalur Manggarai hingga Dukuh Atas sepanjang dua kilometer yang ditargetkan mulai dibangun awal 2027 dan selesai pada 2028, integrasi jangka panjang tetap disiapkan. Rencana rute baru ini akan memanfaatkan skema pendanaan kreatif dengan menggandeng investor luar, serta didukung dengan rencana integrasi sistem tiket satu pembayaran untuk LRT, MRT, dan TransJakarta.
Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Progres Proyek Tanggul Laut Raksasa Pantura

Secara keseluruhan, realisasi jalur kereta cepat menuju Jawa Timur ini masih berada dalam tahap pengkajian mendalam dan persiapan regulasi. Keberhasilan restrukturisasi finansial proyek Jakarta-Bandung akan menjadi penentu utama apakah proyek ini bisa segera meluncur ke tahap konstruksi fisik.






