Langkah pemerintah dalam memastikan program-program strategis berjalan efektif terus diperkuat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pada Kamis, 23 Juli 2026, Presiden Prabowo memanggil jajaran menteri koordinator, menteri, hingga kepala badan untuk menghadiri rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Berdasarkan pantauan, para anggota Kabinet Merah Putih mulai berdatangan ke Istana Negara sejak pukul 12.30 WIB. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rapat terbatas tersebut secara khusus membahas mengenai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara itu, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan agar Presiden Prabowo dapat mengevaluasi program-program strategis nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Rapat terbatas ini dilakukan tidak lama setelah Presiden Prabowo menggelar sidang kabinet paripurna pada Senin, 20 Juli 2026 di Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan evaluasi jalannya pemerintahan yang telah berlangsung selama 18 bulan. Ia menyatakan bahwa lebih dari 108 hingga 110 masalah berhasil diselesaikan selama periode tersebut. Salah satu pencapaian penting yang disebut adalah keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. Di sisi lain, Presiden juga menyinggung kritik yang sempat diterimanya terkait program penyediaan makanan bergizi untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia, yang sempat dinilai sebagai bentuk pemborosan oleh pihak tertentu.
Momen Jokowi Beri Jempol ke Prabowo Usai Pidato Kenegaraan

Selain membahas ketahanan pangan dan gizi, Presiden Prabowo menyoroti kebocoran anggaran negara. Ia mengungkapkan bahwa kekayaan negara mengalir keluar secara signifikan setiap tahunnya akibat praktik-praktik ilegal seperti under-invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, hingga penyelundupan. Presiden juga mencontohkan kejanggalan di masa lalu ketika Indonesia, sebagai negara produsen kelapa sawit, sempat mengalami kelangkaan minyak goreng selama berminggu-minggu. Untuk mengatasi berbagai penyimpangan ini, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk penyelewengan dan korupsi tanpa tebang pilih. Ia juga menyampaikan harapannya agar program Single National Identity Card dapat segera dieksekusi dan diimplementasikan dengan baik.
Secara khusus, perhatian pemerintah kini tertuju pada pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Meskipun program ini baru berjalan sekitar satu setengah bulan dan diakui masih memiliki banyak kekurangan, Presiden Prabowo telah menyiapkan rencana matang untuk pengembangannya. Koperasi ini direncanakan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang pendingin (cold storage), gudang penyimpanan, truk pengangkut, apotek yang menjual obat generik murah, hingga bengkel alat dan mesin pertanian (alsintan). Selain itu, koperasi ini juga akan difungsikan sebagai penyalur barang-barang bersubsidi bagi masyarakat desa.
Pidato Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026 Paparkan Capaian Kinerja Pemerintah

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih pada dasarnya ditujukan untuk memotong rantai distribusi yang merugikan dan mengeliminasi praktik rentenir yang selama ini menjerat para petani Indonesia. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Menteri Pertanian, pihak penengah atau makelar dalam rantai pasok pertanian saat ini mengambil keuntungan berkisar antara 30% hingga 40%. Dengan memangkas rantai pasok tersebut melalui koperasi, potensi penghematan yang bisa dicapai diperkirakan mencapai Rp 313 triliun. Ke depan, Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan hanya akan mengambil margin keuntungan sebesar 5% hingga 10%, sehingga porsi keuntungan yang lebih besar dapat dinikmati secara langsung oleh para petani dan konsumen.






