PT KCIC mencatatkan tren pertumbuhan yang konsisten pada jumlah penumpang harian kereta cepat Whoosh. Sepanjang hari kerja pada tahun 2025, rata-rata volume pengguna harian meningkat menjadi berkisar antara 16.000 hingga 18.000 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan rata-rata harian pada tahun 2024 yang masih berada di kisaran 14.000 hingga 16.000 orang per hari.
Ketika akhir pekan atau hari libur tiba, volume pengguna Whoosh mengalami kenaikan yang lebih signifikan. Rata-rata jumlah penumpang harian pada masa libur di tahun 2025 mencapai 18.000 hingga 21.000 orang. Rekor tertinggi perjalanan harian pernah menyentuh angka sekitar 26.000 penumpang pada momen liburan di bulan Juli. Sementara itu, pada libur Isra Mikraj yang jatuh pada Senin, 27 Januari 2025, volume penumpang harian mencatatkan rekor baru sebesar 24.350 orang, melampaui rekor sebelumnya yaitu 24.132 orang pada 5 Juli 2024.
Rincian keberangkatan pada rekor 27 Januari 2025 tersebut menunjukkan mobilitas yang tinggi di beberapa stasiun. Stasiun Halim mencatat keberangkatan terbanyak dengan 12.272 penumpang, diikuti oleh Stasiun Padalarang sebanyak 9.167 penumpang. Sementara itu, Stasiun Tegalluar Summarecon melayani 2.555 penumpang, dan Stasiun Karawang mencatat 356 penumpang. Untuk periode perjalanan dari tanggal 24 hingga 29 Januari 2025, total tiket yang terjual mencapai 115.000 lembar. Pada hari Selasa, 28 Januari 2025, sebanyak 15.000 tiket terjual dengan mayoritas pergerakan penumpang didominasi dari arah Bandung menuju Jakarta.
Masih Kuasai Bioskop, Spider-Man, Brand New Day Diprediksi Bakal Tembus Rp 35 T

Untuk periode mendatang, PT KCIC memproyeksikan jumlah penumpang harian kereta cepat Whoosh akan meningkat menjadi sekitar 26.000 orang per hari pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, memperkirakan rata-rata kenaikan penumpang berkisar antara 10% hingga 25%. Proyeksi ini didasarkan pada pencapaian masa Nataru tahun sebelumnya yang mencatatkan rata-rata 23.300 penumpang per hari. Puncak pergerakan penumpang pada masa angkutan Nataru selama 18 hari, dari 18 Desember hingga 4 Januari, diperkirakan terjadi pada 22 Desember.
Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, KCIC melakukan penyesuaian operasional yang cukup signifikan. Jumlah perjalanan harian ditingkatkan menjadi 62 perjalanan per hari pada tahun 2025, naik dari 48 perjalanan pada tahun 2024, dengan jarak antarperjalanan atau headway sekitar 30 menit. Ketersediaan tempat duduk harian juga melonjak menjadi 37.262 kursi dari sebelumnya 28.848 kursi. Total kapasitas yang disiapkan selama 18 hari masa Nataru mencapai 659.898 tempat duduk, naik 27% dari tahun lalu yang berjumlah 519.264 tempat duduk. KCIC menyiagakan 688 petugas pelayanan serta 590 petugas pengamanan untuk mengawal kelancaran operasional.
Melihat Arah Baru Restrukturisasi PT Waskita Karya dan Rencana Transformasi Bisnis

Selain kesiapan fasilitas, ketertiban penumpang tetap menjadi perhatian utama. Manajemen mengingatkan bahwa gerbang stasiun Whoosh akan ditutup 5 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta. KCIC juga sempat mengecam tindakan seorang penumpang yang menahan pintu kereta di Stasiun Padalarang. Di sisi lain, perubahan struktural tengah berlangsung di mana pemerintah mengambil alih 60% saham PT KCIC. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan pemerintah telah menyiapkan solusi untuk menyelesaikan utang proyek ini, sementara Purbaya Yudhi Sadewa memastikan restrukturisasi biaya tambahan (cost overrun) dan skema manajemen proyek telah selesai dilakukan.






