apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Teknologi

Dampak Badai Matahari ke Bumi Berpotensi Dua Kali Lebih Besar dari Perkiraan

Usat NgajiDiterbitkan 9 Agu 2026 - 07.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Badai Matahari ke Bumi Berpotensi Dua Kali Lebih Besar dari Perkiraan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Matahari memiliki aktivitas dinamis yang dapat melepaskan ledakan energi secara tiba-tiba ke antariksa. Ledakan energi ini memuntahkan medan magnet serta material ke seluruh penjuru tata surya. Saat arah lontaran material dan energi tersebut mengarah tepat ke Bumi, dampaknya dapat memicu gangguan besar pada medan magnet planet kita, sebuah fenomena alam yang dikenal sebagai badai geomagnetik. Fenomena luar angkasa ini tidak hanya memunculkan pemandangan indah berupa aurora di langit kutub, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah serius karena menyebabkan gangguan pada komunikasi radio, memicu pemadaman listrik, hingga mengganggu operasional sistem satelit.

Sebelum adanya temuan terbaru, pemahaman mengenai seberapa besar dampak badai geomagnetik terhadap Bumi didasarkan pada asumsi tertentu. Para peneliti sebelumnya menduga adanya batas maksimum atau kondisi jenuh (saturasi) pada respons geomagnetik Bumi saat menghadapi hempasan angin Matahari. Dengan dugaan adanya batas maksimum atau kondisi jenuh ini, para ilmuwan sempat memperkirakan bahwa dampak dari badai geomagnetik ekstrem tidak akan melampaui tingkat keparahan tertentu karena adanya mekanisme pertahanan alami Bumi yang membatasi respons tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Namun, dugaan mengenai batas maksimum tersebut kini berhasil dipatahkan oleh studi terbaru. Menurut laporan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Nature dan turut diberitakan oleh badan antariksa NASA, respons Bumi terhadap angin Matahari sebenarnya terlihat linier secara rata-rata setelah ketidakpastian pengukuran dikoreksi. Hasil analisis mendalam terhadap data yang tersedia menunjukkan bahwa tidak ditemukan bukti kuat adanya saturasi pada respons geomagnetik Bumi. Sebagai konsekuensi dari tidak adanya bukti kuat saturasi ini, hasil analisis menyimpulkan bahwa dampak badai geomagnetik ekstrem sebenarnya dapat mencapai sekitar dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan Konfluensi

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan Konfluensi

Potensi ancaman badai geomagnetik terhadap sistem satelit ini menjadi hal krusial yang harus diantisipasi oleh para pelaku industri antariksa. Di Indonesia sendiri, pengembangan infrastruktur satelit terus berjalan untuk memperkuat jaringan komunikasi nasional. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) yang menjalin kerja sama strategis dengan Univity. Univity merupakan perusahaan penyedia infrastruktur konektivitas berbasis antariksa. Kolaborasi strategis antara Telkomsat dan Univity ini menjadi bagian penting dari pengembangan layanan konektivitas berbasis satelit di masa depan.

Tidak hanya sektor industri komersial, lembaga riset pemerintah juga aktif dalam mempersiapkan teknologi pengamatan dari luar angkasa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah bersiap meluncurkan satelit observasi bumi yang diberi nama Nusantara Earth Observation (NEO 1). Satelit NEO 1 ini dijadwalkan akan meluncur pada Januari 2027. Peluncuran satelit observasi bumi NEO 1 oleh BRIN diharapkan dapat memberikan data penting untuk memantau berbagai kondisi di permukaan Bumi dari orbitnya.

Baca Juga

Keterlambatan Proyek Menjadi Tantangan Utama Investasi Hulu Migas Indonesia

Keterlambatan Proyek Menjadi Tantangan Utama Investasi Hulu Migas Indonesia

Di samping perkembangan teknologi satelit dan dinamika cuaca antariksa, terdapat berbagai fakta sains menarik lainnya di alam semesta yang terus dipelajari. Salah satunya adalah keberadaan Nebula Boomerang, objek antariksa yang memiliki suhu ekstrem hingga mencapai -272掳C. Suhu super dingin ini tercatat lebih dingin daripada radiasi latar belakang Big Bang. Selain itu, dalam fenomena astronomi lainnya, durasi gerhana secara keseluruhan dari awal fase penumbra hingga akhir tercatat berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Sementara itu, dari lanskap data sosial-ekonomi di Bumi, khususnya Indonesia, tercatat pula bahwa pekerja sektor informal yang rentan masih mendominasi dengan persentase mencapai 59,30%.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BRIN

Berita Terbaru Lainnya

Presiden Prabowo Belum Putuskan Calon Gubernur BI, Proses Seleksi Masih BerlangsungDemi Atasi Defisit Fiskal, India Agresif Jual Saham BUMN ke PublikBandara Husein Sastranegara Bandung Siap Layani Penerbangan Jet Mulai 14 Agustus 2026Penembakan di Festival Lembah Baliem, Polisi Sarankan Penghentian AcaraIsmi Ulfaida Jadi Siswi Sekolah Rakyat Pertama yang Lolos Seleksi Paskibraka NasionalJumlah Investor Saham Indonesia Tembus 10,05 Juta SID, Tumbuh 16,83 PersenBGN Proses Pemecatan 66 Kepala Dapur Makan Bergizi Gratis Akibat Judi Online hingga Pungutan FeeMentan Amran Tinjau Alor Usai Terima Aspirasi Mahasiswa Undip Soal Distribusi Pangan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026