Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kini bukan lagi sekadar tempat persinggahan bagi ajang balap kelas dunia, melainkan telah menjelma menjadi kawah candradimuka bagi para pembalap muda tanah air. Pada putaran ketiga Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) yang berlangsung 24 hingga 26 Juli 2026, lintasan aspal kebanggaan Indonesia ini menjadi saksi bisu perjuangan 107 starter yang bersaing ketat. Ajang ini tidak lagi dipandang sebagai kompetisi lokal biasa, melainkan sebuah jembatan krusial yang dirancang khusus untuk mematangkan talenta lokal menuju panggung balap internasional.
Salah satu terobosan paling menarik pada putaran ketiga ini adalah penerapan sistem kualifikasi Q1 dan Q2. Format kualifikasi ini mengadopsi standar yang biasa digunakan pada kejuaraan dunia bergengsi seperti Moto3, Moto2, hingga kelas utama MotoGP. Ketua Pelaksana Pertamina MRS, Arif Syahbani, menjelaskan bahwa penerapan regulasi ketat ini sengaja dilakukan untuk melatih mental dan pemahaman taktis para pembalap sejak usia dini. Dengan membiasakan mereka pada atmosfer kompetisi global, para pembalap diharapkan tidak akan canggung saat mendapat kesempatan bersaing di level yang lebih tinggi kelak.
Langkah adaptasi standar dunia ini mendapat apresiasi positif dari para pelaku industri motorsport nasional. CEO Pride Motorsport, Eddy Saputra, mengungkapkan bahwa kualitas persaingan pada putaran ketiga ini menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan. Menurutnya, ketatnya persaingan di lintasan membuktikan bahwa kemampuan membalap para peserta tumbuh selaras dengan bertambahnya jumlah starter. Ia juga mengapresiasi dukungan konsisten dari Pertamina yang membuat program pembinaan pembalap muda ini dapat berjalan secara berkesinambungan demi membuka peluang prestasi di kancah global.
Pembelian BBM Bersubsidi Pertalite dan Solar Akan Dibatasi, Konsumen Wajib Daftar QR Code

Di sisi lain, komitmen Pertamina dalam mendukung ajang ini berakar pada visi jangka panjang pembangunan olahraga nasional. VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa kehadiran BUMN energi ini adalah untuk membangun ekosistem otomotif yang solid di tanah air. Dengan menyediakan wadah kompetisi tingkat nasional yang terstruktur dan berkualitas tinggi, Pertamina berharap para pembalap muda memiliki modal kuat berupa pengalaman bertanding yang mumpuni sebelum mereka melangkah ke ajang balap yang lebih besar di tingkat internasional.
Bagi para pembalap yang berlaga, atmosfer kompetitif di Mandalika memberikan pengalaman berharga yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Arai Agaska Dibani Laksana, pembalap asal Lombok yang sukses merebut podium tertinggi di kelas Supersport 600cc Race 2, mengakui bahwa Pertamina MRS memegang peranan sangat vital dalam melahirkan generasi baru di dunia balap Indonesia. Nada optimisme serupa juga diungkapkan oleh Irfan Ardiansyah, juara kelas National Sport 250cc Race 2, yang bertekad untuk terus menjaga konsistensi performanya agar dapat mempertahankan prestasi pada seri-seri berikutnya.
Aturan Pembatasan Pembelian BBM Subsidi dengan QR Code, Batas Liter, dan Kriteria Kendaraan

Putaran ketiga Pertamina MRS 2026 akhirnya ditutup dengan lahirnya para juara di enam kelas yang diperlombakan. Selain Irfan Ardiansyah dan Arai Agaska, nama-nama seperti Fahmi Basam (National Sport 150cc) dan Fadli Rigani (Underbone 150cc) juga sukses menapaki podium tertinggi. Sementara itu, pembalap muda Bintang Pranata Sukma tampil gemilang dengan mengawinkan gelar juara di kelas Indonesia Junior Talent Cup U-15 dan Junior Sport 250cc U-18. Keberhasilan penyelenggaraan seri ini semakin memperkokoh posisi Pertamina MRS sebagai pilar utama dalam mencetak pembalap masa depan Indonesia yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.






