apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/General News

BULOG Edukasi Mutu Beras, Kualitas Ditentukan Standar Pemerintah, Bukan Sekadar Warna Putih

Togar PanjaitanDiterbitkan 1 Agu 2026 - 13.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BULOG Edukasi Mutu Beras, Kualitas Ditentukan Standar Pemerintah, Bukan Sekadar Warna Putih
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Perum BULOG terus memperkuat langkah edukasi kepada masyarakat luas mengenai standar mutu beras yang beredar di pasaran. Upaya ini dilakukan agar konsumen dapat membedakan kategori beras premium dan beras medium secara tepat dan akurat. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mendorong pentingnya pemahaman ini agar masyarakat tidak salah dalam menilai kualitas pangan pokok tersebut.

Selama ini, sebagian masyarakat masih mengasosiasikan kualitas beras hanya dari tampilan fisik luar, seperti warna yang sangat putih atau kilap pada biji beras. Namun, Perum BULOG menegaskan bahwa kategori kualitas beras tidak semata-mata ditentukan oleh warna yang putih, tampilan yang mengilap, merek dagang tertentu, ataupun klaim yang tertera pada kemasan produk. Penentuan kelas beras sepenuhnya bersandar pada parameter teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui regulasi resmi.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Acuan utama yang digunakan dalam menentukan mutu beras di Indonesia adalah Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras. Berdasarkan aturan tersebut, setiap beras yang diedarkan di tengah masyarakat wajib memenuhi spesifikasi mutu yang ketat. Beberapa indikator penting yang diukur meliputi derajat sosoh, kadar air, kandungan butir menir, butir patah, keberadaan butir beras jenis lainnya, hingga butir gabah yang tersisa.

Baca Juga

Danantara Ungkap Alasan Laporan Keuangan Perdana Belum Terbit

Danantara Ungkap Alasan Laporan Keuangan Perdana Belum Terbit

Untuk beras yang masuk dalam kategori premium, ketentuan mutunya ditetapkan dengan standar yang tinggi. Beras premium wajib memiliki derajat sosoh minimal 95 persen dengan kadar air maksimal 14 persen. Dari sisi komposisi butiran, beras premium hanya diperbolehkan mengandung butir menir maksimal 0,5 persen, butir patah maksimal 15 persen, serta total butir beras lainnya maksimal 1 persen. Selain itu, beras premium harus sepenuhnya bebas dari butir gabah dan tidak boleh mengandung benda asing sama sekali.

Sementara itu, beras kategori medium memiliki spesifikasi derajat sosoh dan kadar air yang sama dengan kategori premium, yakni minimal 95 persen dan maksimal 14 persen. Perbedaan mendasar antara kedua kategori ini terletak pada komposisi butirannya, di mana beras medium diberikan toleransi yang lebih besar. Pada beras medium, batas maksimal butir menir ditetapkan sebesar 2 persen, butir patah maksimal 25 persen, dan total butir beras lainnya maksimal 4 persen. Selain itu, beras medium masih diperbolehkan memiliki kandungan butir gabah dengan batasan maksimal satu butir per 100 gram.

Selain perbedaan karakteristik fisik dan kualitas butiran, pemerintah juga mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk kedua jenis beras ini berdasarkan wilayah distribusinya. Pada Zona 1, yang mencakup wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.

Baca Juga

PSAK 117 Berlaku, Premi Bukan Lagi Patokan Kinerja Perusahaan Asuransi

PSAK 117 Berlaku, Premi Bukan Lagi Patokan Kinerja Perusahaan Asuransi

Untuk wilayah yang masuk dalam Zona 2, meliputi daerah Sumatera (di luar Lampung dan Sumatera Selatan), Kalimantan, serta Nusa Tenggara Timur, HET beras medium dipatok sebesar Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras premium sebesar Rp15.400 per kilogram. Sementara di Zona 3, yang mencakup wilayah Maluku dan Papua, HET untuk beras medium adalah Rp15.500 per kilogram dan untuk beras premium sebesar Rp15.800 per kilogram.

Guna memastikan penerapan standar mutu dan kepatuhan harga ini berjalan optimal di lapangan, Perum BULOG berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. BULOG akan melanjutkan sinergi erat bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, pelaku usaha di sektor perberasan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memperluas jangkauan edukasi mutu beras kepada masyarakat luas.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

beras premiumBulogMutu BerasBeras MediumBadan Pangan NasionalAhmad Rizal Ramdhani

Berita Terbaru Lainnya

Laba Bersih Maybank Indonesia Tumbuh 21,2 Persen pada Semester I 2026Mengapa Korea Utara Memperingatkan Bentrokan Militer di Semenanjung Korea Tinggal Menunggu Waktu?Aliran Senjata Gelap Ukraina, Bagaimana Cosa Nostra Mendapatkan Alutsista PerangJalur Pelayaran Global Terancam, Selat Hormuz Menyusut, Terusan Panama Jadi Titik Panas BaruMengapa Pertamina dan Pemprov Jabar Mengolah Sampah Menjadi Energi Bersih?Pemerintah Percepat Operasional PLTA Batang Toru Senilai Rp 21,6 TriliunSaka Energi Indonesia Bersiap Garap Cadangan Migas Baru di Blok Pekawai Kalimantan TimurDanantara Ungkap Alasan Laporan Keuangan Perdana Belum Terbit

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap