Bentrokan Mencekam di Jalan Tambak Menteng Berawal dari Masalah Nasi Uduk

Togar PanjaitanPublished 27 Jul 2026 - 07.310 Reads
Bagikan WhatsAppX
Bentrokan Mencekam di Jalan Tambak Menteng Berawal dari Masalah Nasi Uduk
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Sebuah piring nasi uduk yang gagal tersaji di hari Minggu pagi berujung pada petaka berdarah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan Tambak yang biasanya tenang pada akhir pekan mendadak berubah menjadi medan pertempuran sengit antar-kelompok warga. Keributan yang dipicu oleh urusan sepele ini tidak hanya menyisakan puing-puing kehancuran fisik, tetapi juga merenggut satu nyawa muda di tengah hiruk-pikuk pertikaian.

Peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika sekelompok orang hendak membeli sarapan nasi uduk. Diduga karena merasa tidak dilayani dengan baik, mereka naik pitam dan meluapkan kekesalan dengan menggeber sepeda motor mereka secara provokatif sebelum akhirnya pergi. Tidak berselang lama, kelompok tersebut kembali dengan membawa massa yang lebih banyak. Adu mulut pun pecah, berujung pada perusakan gerobak penjual nasi uduk yang memicu kemarahan warga sekitar hingga terjadi aksi saling dorong gerbang pembatas.

Situasi dengan cepat memanas dan tidak terkendali. Kedua kubu saling serang menggunakan lemparan batu dan senjata tajam. Ketegangan memuncak saat beberapa unit sepeda motor dibakar di tengah jalan, sementara aksi kejar-kejaran terus berlangsung hingga menjebol akses pemukiman warga. Suasana mencekam ini baru berhasil diredakan sekitar pukul 14.00 WIB, setelah aparat kepolisian turun langsung ke lokasi untuk membubarkan massa dan mengamankan area tawuran.

Also Read

Bentrokan Maut di Menteng Berawal dari Keributan Warung Nasi Uduk

Dampak dari bentrokan ini sangat fatal. Empat orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka yang diderita. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa salah satu korban berinisial K (23) yang awalnya dilarikan dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pihak kepolisian telah menangkap tiga orang terduga pelaku utama berinisial S, T, dan U, serta mengamankan 15 orang lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Metro Jakarta Pusat kini menerapkan strategi penyidikan khusus untuk mengurai benang kusut pertikaian ini. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menjelaskan bahwa penyelidikan dibagi menjadi tiga klaster utama. Klaster pertama berfokus pada aksi provokasi menggeber motor di Matraman. Klaster kedua mendalami dugaan pemukulan di dekat gerobak nasi uduk, sedangkan klaster ketiga menyelidiki aksi penganiayaan berat di Jalan Tambak yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Also Read

Presiden Prabowo Bentuk Tujuh Kejaksaan Negeri Baru untuk Dekatkan Akses Keadilan

Hingga saat ini, garis polisi masih melintang di lokasi kejadian sebagai bagian dari proses olah tempat kejadian perkara. Untuk mencegah bentrokan susulan dan memulihkan rasa aman warga, personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Kodim 0501 Jakarta Pusat disiagakan di titik-titik rawan. Penjagaan ketat ini diharapkan mampu meredam sisa-sisa ketegangan pasca-insiden berdarah yang bermula dari meja sarapan tersebut.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca