Sebuah perselisihan sepele di warung makan pada Minggu pagi berubah menjadi tragedi berdarah yang mencekam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Hanya karena merasa tidak dilayani dengan baik saat hendak membeli nasi uduk, dua kelompok warga terlibat bentrokan hebat di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan. Akibat insiden ini, satu orang dilaporkan tewas, satu lainnya kritis, serta sejumlah aset warga hangus terbakar. Peristiwa ini menjadi potret kelam bagaimana gesekan kecil di tengah masyarakat perkotaan dapat dengan cepat memicu anarki yang fatal.
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat bersama Polsek Menteng menerima laporan mengenai keributan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan penyelidikan awal, konflik bermula di sebuah lapak penjual nasi uduk yang berlokasi di samping Masjid Jami Matraman. Sekelompok orang yang berniat sarapan di sana merasa kesal terhadap pelayanan pemilik warung. Kekesalan tersebut diekspresikan dengan meninggalkan lokasi sembari menggeber sepeda motor secara provokatif. Namun, ketegangan tidak berhenti di situ; kelompok tersebut segera kembali dengan membawa senjata tajam dan langsung merusak gerobak dagangan milik penjual nasi uduk.
Tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto Roboh, Puluhan Penonton Terluka

Tindakan anarkistis perusakan gerobak tersebut memicu kemarahan spontan dari warga sekitar yang menyaksikan kejadian. Bentrokan fisik antarkelompok pun tidak dapat dihindarkan. Meskipun aparat kepolisian segera tiba di lokasi untuk meredam situasi, jumlah massa yang terlampau banyak membuat pertikaian sulit dikendalikan secara instan. Aksi saling serang ini dengan cepat meluas hingga mengakibatkan pembakaran satu unit bangunan semipermanen serta empat unit sepeda motor milik warga di sekitar tempat kejadian perkara.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa dua orang korban luka parah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kondisi kritis. Sayangnya, nyawa salah satu korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis, sementara satu korban lainnya masih berjuang di ruang perawatan intensif. Di lokasi kejadian, polisi menemukan puing-puing sisa pembakaran, bercak darah, serta batu-batu yang diduga digunakan sebagai alat kekerasan, meskipun senjata tajam yang dilaporkan saksi belum berhasil ditemukan.
Fajar dan Fikri Pertahankan Gelar Juara di China Open 2026

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna mengungkap dalang di balik kerusuhan ini. Fokus penyelidikan juga diarahkan pada sekelompok pendatang yang menempati lahan kosong di sekitar kawasan tersebut, yang diduga kerap memicu konflik serupa sebelumnya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan bahwa situasi di Jalan Tambak kini telah berhasil dikendalikan sepenuhnya dan aktivitas warga kembali berjalan normal seiring dengan pengamanan ketat yang dilakukan oleh personel kepolisian di lokasi kejadian.






