apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Bayang-Bayang Politik Praktis dan Karma Bagi yang Coba Memecah NU

Andi TobanDiterbitkan 26 Jul 2026 - 09.15 · 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bayang-Bayang Politik Praktis dan Karma Bagi yang Coba Memecah NU
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama, bayang-bayang tarik-menarik kepentingan politik kembali bergerak di sekeliling organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. PDI Perjuangan melalui Sekretaris Jenderalnya, Hasto Kristiyanto, menyampaikan sikap tegas: menjaga keutuhan NU dari segala bentuk intervensi dan kooptasi adalah sebuah keniscayaan sejarah. Ia mengingatkan, ormas yang lahir dari rahim kebangsaan pada 1926 itu terlalu besar untuk dijadikan alat pendulang suara atau kaki tangan ambisi kekuasaan sesaat. Bagi Hasto, siapa pun yang nekat memecah belah NU hanya karena haus kuasa akan berhadapan dengan risiko besar yang ia sebut sebagai “karma politik” dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di tengah seruan itu, Hasto merunut akar historis dan filosofis yang menjadikan NU bukan sekadar organisasi keagamaan. Ia menunjuk pada logo NU yang memuat bola dunia dan peta Indonesia utuh—simbol yang dalam pengajarannya di Sekolah Partai PDIP dimaknai sebagai penegasan Islam rahmatan lil ‘alamin yang membumi dan futuristik. Lebih jauh, ia mengaitkan semangat itu dengan Resolusi Jihad para pendiri NU yang melahirkan patriotisme tanpa kompromi melawan tentara Sekutu dan NICA. Kenangan sejarah itu disandingkan dengan realitas muram penegakan hukum hari ini, seperti kasus yang membelit mantan Jampidsus Febri, yang dianggapnya sebagai contoh nyata “kegelapan hukum” yang membutuhkan sinergi nurani kebangsaan dan keagamaan.

Baca Juga

KRL Angke–Manggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

KRL Angke–Manggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

Sinergi ideologis antara kaum nasionalis dan agamawan memang menjadi benang merah diskusi yang melibatkan tokoh-tokoh lintas generasi itu. Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil hadir dengan analisis yang lebih dingin: masyarakat kini hidup di era pasca-kebenaran yang membuat polarisasi mudah tersulut oleh isu-isu dangkal. Dalam lanskap semacam ini, NU dan PDIP disebutnya sebagai dua benteng sosial yang masih setia merawat ideologi. Bagi Gus Ulil, ideologi bukan sekadar akidah yang kaku, melainkan pedoman yang oleh para pembaharu seperti KH Abdurrahman Wahid dan KH Achmad Siddiq sengaja didesain lentur—cukup kokoh menjaga arah, tetapi cukup terbuka berdialog dengan zaman tanpa memantik perpecahan.

Di atas fondasi fikih kebangsaan, Robikin Emhas, mantan Staf Khusus Wakil Presiden, menegaskan bahwa Indonesia adalah negara Pancasila yang menempatkan nilai-nilai agama sebagai sumber moralitas tata kelola negara, bukan negara agama dan bukan pula negara sekuler. Konsensus 18 Agustus 1945 itu, katanya, adalah perekat yang membuat hubungan agama dan negara tidak berubah menjadi konflik identitas. Pemaparan Robikin melengkapi peta jalan yang ditawarkan Hasto: kembali ke Khittah 1926 bukan sekadar slogan nostalgia, melainkan benteng ideologis dan moral agar elit NU tidak larut dalam pusaran politik praktis yang bisa merobek jubah kebesaran organisasi.

Baca Juga

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Apa yang disuarakan PDIP dan tokoh-tokoh ini sesungguhnya merupakan alarm bagi semua pihak. Ketika Muktamar semakin dekat, godaan menjadikan NU sebagai kendaraan politik selalu membayang. Amarah Hasto yang dibungkus dengan diksi “karma politik” bukan sekadar retorika kosong, melainkan cerminan kekhawatiran bahwa perpecahan di tubuh NU akan melukai bukan hanya warganya, melainkan juga keseimbangan moral bangsa. Di balik pesan itu, terselip harapan bahwa cahaya sembilan bintang dalam logo NU tetap menjadi penerang jalan kemanusiaan, keadilan, dan keberanian menyampaikan kebenaran—sebuah misi yang jauh melampaui urusan elektoral lima tahunan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PDIPMuktamar NUNUpolitik praktisHasto Kristiyantoideologi kebangsaan

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap