apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Waspada Wabah Salmonella, Ahli Ungkap Telur hingga Cabai Jalapeno Jadi Sumber Penularan

Usat NgajiDiterbitkan 8 Agu 2026 - 20.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Waspada Wabah Salmonella, Ahli Ungkap Telur hingga Cabai Jalapeno Jadi Sumber Penularan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Ancaman penyakit bawaan makanan kembali menjadi perhatian setelah para ahli mengidentifikasi berbagai sumber penularan bakteri Salmonella. Bakteri ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama gangguan pencernaan serius atau foodborne illness yang dapat menyerang siapa saja. Penularan wabah ini diketahui tidak hanya berasal dari bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga dapat bersumber dari interaksi langsung manusia dengan hewan peliharaan di sekitar rumah.

Para ahli mengungkapkan bahwa penularan bakteri Salmonella teridentifikasi berasal dari produk telur komersial dan cabai jalapeno. Khusus untuk cabai jalapeno, kontaminasi bakteri diduga terjadi selama proses panen, pencucian, hingga tahap distribusi sebelum sampai ke tangan konsumen. Selain dari bahan pangan tersebut, kontak langsung dengan unggas peliharaan seperti ayam juga menjadi jalur penularan yang patut diwaspadai. Banyak orang tidak menyadari bahwa unggas yang tampak sehat sekalipun dapat membawa bakteri Salmonella pada bagian bulu, kaki, serta kotoran mereka, yang kemudian dengan mudah berpindah ke tubuh manusia saat disentuh.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Di samping ancaman Salmonella, dunia kesehatan juga menyoroti bahaya bakteri lain seperti Legionella. Bakteri ini menjadi penyebab dari dua penyakit berbeda, yaitu penyakit Legionnaires dan Demam Pontiac. Baru-baru ini, wabah penyakit Legionnaires dilaporkan melanda Kota Basel di Swis, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 26 orang lainnya terinfeksi akibat menara pendingin yang terkontaminasi. Sementara itu, dari sisi pola makan, riset menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa dapat memicu sel imun bereaksi lebih kuat terhadap racun bakteri. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko peradangan di dalam tubuh, bahkan pada orang sehat.

Baca Juga

Warga Padati Layanan Kesehatan dan Sembako Gratis di Apel Kebangsaan Monas

Warga Padati Layanan Kesehatan dan Sembako Gratis di Apel Kebangsaan Monas

Ketika seseorang terinfeksi Salmonella, gejala klinis biasanya mulai muncul dalam kurun waktu 6 jam hingga 6 hari setelah mengonsumsi makanan yang tercemar. Gejala umum yang dirasakan oleh pasien meliputi demam, kram perut yang datang secara mendadak, mual, muntah, serta diare parah. Kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi berat akibat infeksi ini adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun, lanjut usia atau lansia, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pada kasus yang parah, bakteri dapat menyebar dari saluran pencernaan masuk ke dalam aliran darah, sehingga membutuhkan penanganan medis darurat dan perawatan menggunakan antibiotik.

Risiko penularan penyakit bawaan makanan ini juga membayangi kelompok pekerja di sektor informal. Di Indonesia, pekerja sektor informal yang rentan masih mendominasi struktur ketenagakerjaan dengan angka mencapai 59,30%. Keterbatasan akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai serta jaminan kesehatan membuat kelompok pekerja informal ini menjadi sangat rentan terdampak apabila terjadi wabah penyakit menular akibat kontaminasi bakteri.

Baca Juga

ABK Bakar Kapal KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru Maluku Usai Dimarahi Nakhoda

ABK Bakar Kapal KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru Maluku Usai Dimarahi Nakhoda

Untuk mengantisipasi dan menekan risiko penyebaran infeksi Salmonella, beberapa langkah pencegahan mendasar sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Masyarakat diimbau untuk selalu memasak telur dan daging hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi. Selain itu, bahan makanan segar harus dicuci bersih sebelum diolah, dan penggunaan alat potong seperti talenan atau pisau untuk bahan mentah harus dipisahkan dengan alat untuk bahan makanan matang. Terakhir, kebiasaan rutin mencuci tangan menggunakan sabun setelah memegang bahan makanan mentah maupun setelah melakukan kontak dengan hewan ternak menjadi kunci penting dalam memutus rantai penularan bakteri ini.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatanwabahSalmonellaLegionella

Berita Terbaru Lainnya

PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk. Berencana Gelar Rights Issue 2,87 Miliar Saham BaruWarga Padati Layanan Kesehatan dan Sembako Gratis di Apel Kebangsaan MonasABK Bakar Kapal KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru Maluku Usai Dimarahi NakhodaKemenpar Sediakan Lahan Poltekpar NHI Bandung untuk Percepat Pembangunan Sekolah RakyatTimnas Indonesia Tatap FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tersingkir dari Piala AFF 2026Sejarah Penguji Lipstik Era 1950-an dan Perkembangan Sains Sensorik KosmetikDanantara Jalin Kemitraan Strategis dengan JBS Group dan Investasikan 2,5 Miliar Dolar ASRespons Aspirasi Mahasiswa Undip, Mentan Amran Tinjau Pangan dan Harga Beras di Alor

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026