Sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan sebagian Tangerang Selatan mengalami pemadaman listrik secara mendadak pada Senin pagi, 3 Agustus 2026. Kejadian mati listrik ini memicu keluhan dari masyarakat luas karena terjadi tepat saat warga hendak memulai aktivitas harian mereka di awal pekan. Banyak warga yang merasa sangat terganggu dengan kondisi pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba tersebut.
Menurut laporan yang dihimpun dari berbagai sumber, gangguan listrik ini mulai dirasakan sejak dini hari. Salah seorang warga Petukangan bernama Rimadi mengungkapkan bahwa aliran listrik di tempat tinggalnya padam sejak pukul 05.00 WIB subuh. Saat itu, ia sedang bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah di masjid setempat. Namun, ketika hendak melangkah pergi, kondisi masjid di lingkungannya tiba-tiba menjadi gelap gulita akibat seluruh sistem kelistrikan yang padam total. Rimadi mengonfirmasi bahwa pemadaman ini melanda kawasan Petukangan Utara dan Petukangan Selatan.
Dampak dari matinya aliran listrik pada pagi hari ini dinilai sangat mengganggu rutinitas pagi warga. Berbagai keperluan penting sebelum berangkat bekerja maupun sekolah menjadi terhambat. Warga mengeluhkan matinya mesin pompa air yang mengakibatkan mereka tidak bisa mandi untuk bersiap-siap. Selain itu, para orang tua juga kesulitan mempersiapkan anak-anak mereka karena tidak dapat menyetrika pakaian seragam sekolah yang akan digunakan pada hari Senin tersebut. Kendala-kendala praktis inilah yang membuat warga merasa pemadaman listrik kali ini sangat mengacaukan jadwal pagi mereka.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Berdasarkan informasi dan keluhan yang dibagikan oleh warga melalui media sosial, cakupan wilayah yang terdampak pemadaman listrik ini cukup luas, meliputi perbatasan Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Beberapa daerah yang dilaporkan mengalami mati listrik antara lain adalah Pamulang, Pondok Aren, Pondok Ranji, Jombang, Pesanggrahan, Bintaro, Ciputat, Ciledug, Larangan, Cirendeu, Rempoa, Cipulir, Cilandak, dan Pondok Cabe, hingga kawasan Petukangan. Banyaknya wilayah yang terdampak menunjukkan adanya gangguan pada jaringan distribusi listrik utama yang menghubungkan kawasan-kawasan tersebut.
Di samping keluhan mengenai terganggunya aktivitas, warga yang tinggal di sekitar wilayah Ciputat juga melaporkan hal lain. Mereka mengaku mendengar suara ledakan yang cukup keras pada pagi hari tersebut. Suara ledakan ini diduga kuat bersumber dari gardu PLN Gandul yang berlokasi tidak jauh dari kawasan pemukiman warga. Muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa suara ledakan tersebut berkaitan erat dengan penyebab utama terjadinya pemadaman listrik massal di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan ini.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Meskipun dampak pemadaman telah dirasakan oleh ribuan warga di berbagai kelurahan dan kecamatan sejak subuh, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang dirilis oleh pihak PLN. Warga masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti pemadaman, kerusakan yang terjadi di gardu terkait, serta estimasi waktu kapan aliran listrik dapat kembali normal sepenuhnya. Ketidakpastian ini membuat sebagian warga terpaksa menunda atau menyesuaikan aktivitas pagi mereka dengan kondisi tanpa listrik dan air bersih.






