Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memastikan layanan medis bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya. Skema pembiayaan untuk layanan kesehatan darurat ini akan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (28/8), Dante menjelaskan bahwa pemerintah telah menyepakati mekanisme klaim dengan BPJS Kesehatan. Fasilitas kesehatan diharapkan mengutamakan pertolongan korban terlebih dahulu, kemudian biaya perawatan akan diklaim kepada pemerintah menggunakan DSP BNPB.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Hingga Jumat (28/8), BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, NTT, tercatat sebanyak 111 jiwa. Korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 45 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 38 orang, dan Nagekeo sebanyak 13 orang. Selain itu, BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 8.794 gempa susulan di wilayah tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BNPB telah mengirimkan bantuan logistik sebanyak 1.911 ton, dengan 1.763 ton di antaranya telah disalurkan kepada masyarakat. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyebutkan proses distribusi logistik dilakukan secara bertahap meski sempat menghadapi kendala akses transportasi ke beberapa lokasi di Manggarai Timur.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Di samping penanganan gempa, Presiden juga memberikan pernyataan terkait kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi situasi darurat di tanah air. Presiden menyebutkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) selalu hadir dalam setiap peristiwa dan krisis yang dihadapi oleh bangsa.






