apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Wali Kota Eri Minta Pengelola Mal di Surabaya Turunkan Ketinggian Pagar

Agus CahyonoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 00.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Wali Kota Eri Minta Pengelola Mal di Surabaya Turunkan Ketinggian Pagar
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemandangan di depan beberapa pusat perbelanjaan di Kota Surabaya belakangan ini tampak berbeda seiring dengan berdirinya pagar-pagar pembatas baru yang menjulang cukup tinggi. Fenomena pemasangan pagar di area depan gedung mal ini mendadak ramai menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet di media sosial. Menanggapi perkembangan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada pihak pengelola mal untuk tidak meninggikan pagar mereka demi menjaga keindahan dan kenyamanan lanskap kota.

Langkah pembangunan pagar pembatas ini terpantau dilakukan oleh beberapa pusat perbelanjaan di bawah pengelolaan Pakuwon Group di Surabaya. Beberapa mal yang mulai membangun pagar di sekeliling areanya meliputi Pakuwon Mall yang terletak di Surabaya Barat, Royal Plaza di Surabaya Selatan, Pakuwon City Mall di Surabaya Timur, serta Tunjungan Plaza di wilayah Surabaya Pusat. Selain di Kota Pahlawan, fenomena pemasangan pagar tinggi di depan pusat perbelanjaan ini dilaporkan juga terlihat di Mal Kota Kasablanka yang berlokasi di Jakarta.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Visualisasi pagar yang dibangun di setiap mal memiliki karakteristik tersendiri. Di Pakuwon Mall, saat ini sudah terpasang pagar setinggi sekitar 2,5 meter yang terbuat dari bahan besi model palisade berwarna hijau dengan ujung yang meruncing. Sementara itu, di Royal Plaza, proyek pembangunan pagar yang mengombinasikan material beton dan besi runcing masih terus berjalan. Beberapa kolom pagar di Royal Plaza yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 3 meter terpantau sudah terpasang di lokasi.

Baca Juga

Film SOLATA Kembali ke Tanah Air Usai Raih Penghargaan di Bulgaria dan Tur Eropa Timur

Film SOLATA Kembali ke Tanah Air Usai Raih Penghargaan di Bulgaria dan Tur Eropa Timur

Pihak pengelola mal menegaskan bahwa pembangunan pagar ini sama sekali tidak berkaitan dengan isu kelesuan ekonomi maupun antisipasi terhadap situasi sosial-politik tertentu di tanah air. Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, membantah spekulasi tersebut dan menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia maupun bisnis retail Pakuwon Group justru sedang tumbuh dengan baik sepanjang semester pertama 2026. Sebagai perusahaan terbuka (Tbk), ia mempersilakan publik untuk mengecek laporan keuangan resmi yang telah dibuat oleh perusahaan. Sutandi menegaskan bahwa pemasangan pagar tersebut murni ditujukan untuk faktor keamanan dan keselamatan pengunjung, bukan untuk mengantisipasi adanya aksi massa.

Meskipun demikian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memiliki pandangan tersendiri mengenai penataan kota. Eri menilai keberadaan pagar yang terlalu tinggi justru dapat merusak estetika dan keindahan arsitektur bangunan mal. Ia menegaskan bahwa Surabaya merupakan kota yang aman, sehingga masyarakat maupun pengelola usaha tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan. Oleh karena itu, Eri memberikan klarifikasi bahwa ia tidak meminta pihak pengelola untuk membongkar pagar tersebut secara keseluruhan, melainkan hanya menurunkan ketinggiannya agar lebih serasi dengan lingkungan sekitar. Menurut pantauannya, sejauh ini hanya ada sekitar dua atau tiga mal saja di Surabaya yang memasang pagar dengan ukuran tinggi seperti itu.

Baca Juga

Polisi Diduga Bunuh Nenek di Deliserdang Usai Ditolak Pinjam Uang

Polisi Diduga Bunuh Nenek di Deliserdang Usai Ditolak Pinjam Uang

Di sisi lain, kekhawatiran pengelola mal terkait keselamatan pengunjung memang didasari oleh kondisi arus lalu lintas di sekitar area perbelanjaan. Sebagai contoh, para pengunjung yang masuk dan keluar dari Tunjungan Plaza sering kali menyeberang jalan secara sembarangan ketika melewati Jalan Basuki Rahmat. Guna mengatasi kerawanan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya sebenarnya telah mengambil langkah antisipasi dengan memasang barrier atau pembatas beton di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Pihak Dishub sengaja memilih pembatas berbahan beton karena pembatas berbahan plastik dinilai sangat mudah digeser oleh pejalan kaki, yang pada akhirnya dapat membahayakan keselamatan para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di kawasan tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SurabayaTata KotaEri CahyadiPakuwon Group

Berita Terbaru Lainnya

Menekan Boros Awal Bulan di Tengah Merosotnya Porsi Tabungan MasyarakatIndia Bangun Bandara Bhogapuram di Pusat TI Vizag, Jajaki Rute ke IndonesiaReal Madrid Tawarkan Kontrak Baru untuk Vinicius Junior di Tengah Minat Serius ArsenalFilm SOLATA Kembali ke Tanah Air Usai Raih Penghargaan di Bulgaria dan Tur Eropa TimurPemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha, Buntut Putusan MAPolisi Diduga Bunuh Nenek di Deliserdang Usai Ditolak Pinjam UangCuaca Buruk Hambat Logistik, Warga Bawean Carter Pesawat Rp110 Juta demi Rujuk IbuUpdate Gempa M5,3 Pangandaran, Guncangan Terasa hingga Bandung dan Sukabumi

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap