apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Kesehatan

Wabah Ebola Varian Langka di Kongo Menyebar Cepat di Tengah Konflik dan Aksi Mogok Kerja

Parlin SinagaPublished 27 Jul 2026 - 13.47 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Wabah Ebola Varian Langka di Kongo Menyebar Cepat di Tengah Konflik dan Aksi Mogok Kerja
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Republik Demokratik Kongo (DRC) kini tengah berkejaran dengan waktu menghadapi penyebaran virus Ebola tercepat dalam sejarah. Hanya dalam waktu lima hari, jumlah korban jiwa akibat wabah ini melonjak drastis hingga melewati angka 1.354 orang. Keadaan semakin genting karena varian virus yang menyerang adalah Bundibugyo, salah satu jenis Ebola paling langka yang hingga saat ini belum memiliki vaksin atau metode pengobatan resmi yang disetujui. Tanpa adanya penangkal medis yang siap pakai, virus mematikan ini menyebar dengan sangat cepat, melumpuhkan komunitas demi komunitas di wilayah timur negara tersebut.

Krisis kesehatan ini diperparah oleh konflik bersenjata yang terus berkecamuk di DRC, yang secara langsung menghambat penanganan medis di lapangan. Para tenaga kesehatan yang berada di garis depan tidak hanya menghadapi risiko tertular virus, tetapi juga harus bekerja di tengah ancaman keamanan dan minimnya alat pelindung diri. Situasi semakin memburuk setelah gelombang aksi mogok kerja meluas di sejumlah fasilitas kesehatan penting, termasuk di Rumah Sakit Umum Rwampara dan Pusat Penanganan Ebola Elikya di Bunia. Para dokter dan perawat menuntut pembayaran bonus mereka yang tertunda, sementara pasien terus berjatuhan di dalam pusat perawatan yang kini kekurangan staf.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Also Read

Polisi Amankan Tiga Orang Setelah Bentrokan Maut di Menteng

Polisi Amankan Tiga Orang Setelah Bentrokan Maut di Menteng

Kecepatan penularan wabah kali ini jauh melampaui tragedi Ebola terbesar dalam sejarah yang melanda Afrika Barat pada periode 2013-2016. Jika dahulu dibutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk mencapai angka 1.000 kematian pertama, epidemi di Kongo saat ini menembus angka mematikan tersebut dalam kurun waktu kurang dari sepuluh minggu. Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, memperingatkan bahwa dunia sedang menghadapi ancaman wabah terburuk jika penanganan tidak segera dioptimalkan. Berdasarkan data pemerintah per 25 Juli 2026, total kasus terkonfirmasi kini telah mencapai 3.075 kasus, menandai lonjakan tajam sebesar 27 persen dalam kurun waktu sepekan saja.

Kendati data resmi menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa jumlah kasus riil di lapangan bisa mencapai dua kali lipat dari yang dilaporkan. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa konflik bersenjata membatasi ruang gerak tim medis untuk menjangkau desa-desa terpencil. Meskipun pelacakan kontak telah menyasar sekitar 80 persen dari daftar kontak yang diketahui, banyak wilayah terdampak yang masih terisolasi dari bantuan luar. Tedros mendesak dilakukannya gencatan senjata demi membuka akses kemanusiaan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa sebelum virus menyebar ke luar wilayah konflik.

Also Read

Tragedi Baturiti Ketika Dugaan Pencurian Ayam Aduan Berujung Maut di Tangan Massa

Tragedi Baturiti Ketika Dugaan Pencurian Ayam Aduan Berujung Maut di Tangan Massa

Di tengah situasi yang carut-marut ini, secercah harapan datang dari dunia sains internasional. Oxford Vaccine Group di Inggris baru-baru ini mengumumkan dimulainya uji klinis fase awal untuk vaksin eksperimental ebolavirus Bundibugyo setelah seorang sukarelawan menerima dosis pertamanya. Namun, selagi riset medis ini berjalan, tekanan internasional mulai meningkat. Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kanada telah membatasi perjalanan bagi pelancong dari DRC, sebuah langkah yang bertentangan dengan rekomendasi WHO namun mencerminkan kecemasan global terhadap potensi penyebaran virus langka ini melintasi batas negara.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

krisis kesehatanEbolaKongoWHOWabah Penyakit

Berita Terbaru Lainnya

Satu Orang Tewas Akibat Bentrokan Berdarah yang Dipicu Masalah Sarapan di MentengKesaksian Penjaga Warteg dalam Bentrokan Maut di Jalan Tambak MentengYusril Tegaskan Penangkapan Begal Harus Lewat Koridor Hukum Bukan SayembaraIndonesia Bidik Potensi Raksasa Wisata Kebugaran GlobalKesiapan Industri Geospasial Lokal Diuji dalam Proyek Integrasi Pertanahan RaksasaDestry Damayanti Resmi Pimpin Bank Indonesia Pasca Mundurnya Perry WarjiyoPenyelamatan Ribuan Penyu di Pesisir Malang Selatan Menjadi Harapan Baru Ekosistem LautPolisi Irlandia Temukan Bom Aktif di Dekat Perbatasan Irlandia Utara

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

Ekonomi

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

27 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari IniEkonomi 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap