apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Upaya Penataan Kawasan Pesisir Aceh Barat Melalui Usulan Kampung Nelayan Merah Putih

Usat NgajiDiterbitkan 5 Agu 2026 - 21.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Upaya Penataan Kawasan Pesisir Aceh Barat Melalui Usulan Kampung Nelayan Merah Putih
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah strategis dalam upaya pembenahan kawasan pesisir dengan mengajukan usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Program ini dirancang untuk menyentuh tiga lokasi berbeda di wilayah tersebut, yaitu Desa Padang Seurahet, Desa Suak Semaseh, dan Desa Kuala Bubon. Langkah pengajuan ini menandai babak baru dalam upaya penataan permukiman nelayan yang lebih terintegrasi dan modern di pantai barat Provinsi Aceh. Namun, dalam perkembangannya, kesiapan administratif dan teknis dari ketiga lokasi tersebut menunjukkan tingkat kemajuan yang berbeda secara signifikan.

Dari tiga wilayah yang diusulkan, baru Desa Padang Seurahet yang terletak di Kecamatan Johan Pahlawan yang berkas kelengkapan dokumen administratifnya dinyatakan telah rampung sepenuhnya. Kepastian ini membuat proyeksi pembangunan di lokasi tersebut menjadi yang paling konkret dibandingkan dua desa lainnya. Rencana pembangunan infrastruktur di Desa Padang Seurahet diusulkan berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 9.000 meter persegi. Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk merealisasikan seluruh fasilitas di kawasan ini mencapai Rp22 miliar, dengan target pelaksanaan konstruksi fisik yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2027 mendatang.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Alokasi dana sebesar puluhan miliar rupiah tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas vital yang menunjang kehidupan dan produktivitas para nelayan. Fasilitas yang direncanakan mencakup kompleks perumahan nelayan yang layak huni, ruang pendingin atau cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkapan, penyediaan alat tangkap nelayan yang memadai, serta fasilitas umum seperti musala dan sarana pendukung lainnya. Kehadiran hunian baru di Padang Seurahet memikul misi sosial yang krusial, yaitu mengembalikan pemukiman warga nelayan yang sempat hilang akibat bencana tsunami masa lalu. Selain itu, proyek ini difokuskan untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi kelompok nelayan yang hingga kini masih menyandang status "KK gantung" atau terpaksa menumpang hidup di tempat lain karena tidak memiliki rumah sendiri.

Baca Juga

Menuju 81 Tahun Kemerdekaan, Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen dan Angka Kemiskinan Indonesia Turun

Menuju 81 Tahun Kemerdekaan, Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen dan Angka Kemiskinan Indonesia Turun

Kondisi yang berbeda dihadapi oleh dua usulan lokasi lainnya, yaitu Desa Suak Semaseh dan Desa Kuala Bubon, yang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Samatiga. Hingga saat ini, proses pengajuan untuk kedua desa tersebut masih tertahan akibat kendala kesiapan lahan di lapangan. Di Desa Kuala Bubon, hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan luas lahan yang tersedia, di mana ukurannya belum memenuhi standar minimum yang dipersyaratkan untuk pembangunan program tersebut. Hal ini menuntut adanya penyelesaian tata ruang atau pencarian alternatif lahan yang lebih luas agar memenuhi kriteria kelayakan dari kementerian.

Sementara itu, persoalan di Desa Suak Semaseh memiliki karakteristik tersendiri yang berkaitan dengan pembiayaan lahan. Di lokasi ini, proses pembebasan lahan harus dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat atau komunitas nelayan secara swadaya. Kondisi ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pembebasan tanah di wilayah tersebut. Akibatnya, keberlanjutan usulan proyek di Suak Semaseh sangat bergantung pada kemampuan dan kesepakatan kolektif warga dalam menyediakan lahan yang siap bangun sebelum dapat diajukan kembali ke tingkat pusat.

Baca Juga

Dua Skuad Timnas U18 Putri Siap Berlaga di Srikandi Merdeka Cup 2026

Dua Skuad Timnas U18 Putri Siap Berlaga di Srikandi Merdeka Cup 2026

Secara makro, program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program ini tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik perumahan, melainkan mengusung konsep modernisasi kawasan pesisir secara menyeluruh. Esensi utama dari program ini adalah mengintegrasikan rantai pasok sektor perikanan dari hulu hingga ke hilir. Dengan adanya integrasi ini, diharapkan proses penangkapan ikan, penyimpanan hasil laut melalui cold storage, hingga distribusi dan pemasaran dapat berjalan dalam satu ekosistem yang efisien, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan secara berkelanjutan.

Keberhasilan realisasi program ini di Aceh Barat pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat nelayan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara persiapan untuk Desa Padang Seurahet terus berjalan menuju tahun pelaksanaan 2027, penyelesaian kendala lahan di Kecamatan Samatiga menjadi pekerjaan rumah penting yang harus segera dituntaskan. Jika hambatan-hambatan administratif dan pembebasan lahan ini berhasil diatasi, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi baru sekaligus solusi jangka panjang bagi penataan kawasan pesisir pascabencana di Aceh Barat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PerikananAceh BaratKampung Nelayan Merah PutihKementerian Kelautan dan Perikanan

Berita Terbaru Lainnya

Selisih Rp 20 Juta, Ini Beda Fitur Wuling Aira ev Standard dan Long RangeMenuju 81 Tahun Kemerdekaan, Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen dan Angka Kemiskinan Indonesia TurunDow Jones dan S&P 500 Tembus Rekor Tertinggi Baru, Apa Pemicu Utamanya?Usai Demutualisasi, Bursa Efek Indonesia Bersiap Jadi Perusahaan Terbuka Mulai Kuartal III-2026OJK Pantau Ketat Delapan Perusahaan Multifinance yang Kekurangan Modal IntiTPIA Kembali Jadi Sasaran Jual Bersih Asing Terbesar Saat IHSG MenguatDua Skuad Timnas U18 Putri Siap Berlaga di Srikandi Merdeka Cup 2026Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Barat Laut Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap