Kampus Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan menjadi saksi pelaksanaan upacara pengukuhan enam guru besar baru pada hari Rabu. Prosesi ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara Pengukuhan Profesor UT 2026. Melalui langkah akademis ini, UT secara tegas menunjukkan kesiapannya untuk melaju dan bertransformasi menjadi universitas berkelas dunia atau World Class University. Upacara pengukuhan tersebut menandai babak baru dalam penguatan kapasitas akademik internal universitas.
Langkah penambahan guru besar ini didorong oleh komitmen UT untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Sebelum pengukuhan keenam profesor baru tersebut dilaksanakan, UT tercatat telah memiliki 39 guru besar aktif. Kehadiran para akademisi senior baru ini menambah kekuatan barisan pengajar dan peneliti di lingkungan universitas. Tidak berhenti di situ, UT juga merencanakan pengukuhan enam profesor tambahan pada keesokan harinya, yang akan membuat jumlah total guru besar di bawah naungan UT meningkat menjadi 45 orang.
Keenam profesor baru yang resmi dikukuhkan ini membawa kepakaran yang sangat beragam dan relevan dengan tantangan pendidikan modern. Di bidang bahasa, terdapat Prof Rahmat Budiman yang memiliki kepakaran dalam bidang penulisan Bahasa Inggris, serta Prof Juhana yang mendalami bidang humanisasi instruksi Bahasa Inggris. Sementara itu, di bidang sains dan matematika, Prof Yumiati dikukuhkan atas keahliannya dalam pengembangan pembelajaran aljabar berbasis etnomatematika.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Selain itu, kontribusi keilmuan juga datang dari bidang pendidikan anak dan sosial-politik. Prof Siti Aisyah membawa kepakaran di bidang pendidikan anak usia dini yang berbasis pada model BERLIAN. Di sisi lain, Prof Made Yudhi Setiani memiliki keahlian khusus dalam bidang pendidikan politik jarak jauh, sedangkan Prof Milwan dikukuhkan atas kepakarannya pada kebijakan layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berbasis kewilayahan. Keberagaman fokus penelitian ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap metode pembelajaran jarak jauh yang menjadi pilar utama UT.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Senat UT, Prof Chanif Nurcholis, menegaskan bahwa gelar profesor bukanlah sekadar pencapaian karier pribadi, melainkan sebuah kepercayaan besar yang diberikan oleh pemerintah, rakyat, dan bangsa Indonesia. Kepercayaan ini menuntut para penyandangnya untuk aktif memproduksi ilmu pengetahuan yang penting bagi kemajuan masyarakat. Prof Chanif Nurcholis juga menekankan pentingnya menjaga etika akademik yang tinggi. Setiap karya yang dihasilkan oleh para profesor wajib dituangkan terlebih dahulu dalam bentuk jurnal ilmiah, buku referensi, monograf, hingga hak paten sebelum nantinya diterapkan secara praktis di tengah masyarakat.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Sebagai langkah konkret untuk menindaklanjuti pengukuhan ini, Rektor UT, Prof Ali Muktiyanto, memaparkan strategi nasional universitas dalam memacu produktivitas riset. Salah satu program utama yang telah disiapkan adalah pembentukan Kelompok Riset Profesor. Melalui program ini, Rektor UT berharap universitas dapat menghasilkan setidaknya 450 artikel publikasi ilmiah yang bereputasi internasional. Guna mendukung pencapaian target tersebut, UT berkomitmen untuk tetap mempertahankan konsep berbagi sumber daya (resource sharing) dengan berbagai perguruan tinggi digital terkemuka di dunia, guna mempercepat langkah menuju World Class University.






