Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah strategis besar untuk memperkuat sektor energi dan pertahanan nasional. Pada Jumat, 8 Agustus 2026, Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan rencana investasi jumbo senilai US$3 miliar atau setara Rp54,26 triliun (dengan asumsi kurs Rp18.087 per dolar AS). Pendanaan ini ditargetkan untuk menyokong berbagai proyek mineral kritis dan pengembangan baterai.
Langkah besar ini dipicu oleh kebutuhan mendesak militer AS setelah terlibat dalam konflik selama lima bulan dengan Iran. Sepanjang pertempuran tersebut, pasukan AS telah menghabiskan rudal berpemandu presisi serta sistem pencegat pertahanan udara dalam jumlah besar. Guna mengisi kembali persediaan senjata yang menipis, AS membutuhkan pasokan mineral kritis yang stabil dan aman. Kebijakan investasi ini juga menjadi bagian dari program cadangan strategis mineral senilai US$12 miliar yang sebelumnya telah diluncurkan oleh Trump.








