Troy Pantouw, Pionir IKN yang Wafat di Kamar Rusun Perintis

Andi TobanPublished 26 Jul 2026 - 11.550 Reads
Bagikan WhatsAppX
Troy Pantouw, Pionir IKN yang Wafat di Kamar Rusun Perintis
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pagi itu, Sabtu 25 Juli, suasana di Rumah Susun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara, masih lengang ketika Troy Harold Yohanes Pantouw terbangun pukul enam. Juru bicara Otorita Ibu Kota Nusantara ini bersiap untuk sebuah tugas yang bukan bagian dari rutinitas kebijakan publik: memimpin ibadah di sebuah gereja di Balikpapan. Sopir pribadinya sudah siaga sejak pagi. Namun, ketika waktu keberangkatan pukul delapan semakin dekat, panggilan telepon ke ponsel Troy hanya bersambut nada sambung tanpa jawaban. Berulang kali dihubungi, tetap senyap. Rasa curiga sopir berubah menjadi kecemasan. Ia segera meluncur ke kamar nomor 102 di rusun itu. Ketukan demi ketukan di pintu tidak membuahkan respons, begitu pula teriakan yang memanggil namanya.

Akhirnya, pintu kamar yang terkunci itu dibuka secara paksa. Di dalam, Troy ditemukan terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi tidak bernapas. Tim dari otorita bergerak cepat. Sekitar pukul 12.45 Wita, ia dilarikan ke Rumah Sakit Hermina IKN. Namun, kurang dari dua jam kemudian, tepat pada pukul 14.25 Wita, tim dokter menyatakan pria yang selama ini menjadi corong pembangunan ibu kota baru itu telah meninggal dunia. Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, yang tinggal berhadapan langsung dengan kamar Troy, mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan fisik awal tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan. Pihak keluarga menyampaikan Troy memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat. Penyebab kepergiannya murni karena faktor alami.

Also Read

Rambut Gatal Bukan Sekadar Ketombe

Kepergian Troy bukan sekadar berita duka di kalangan pegawai pemerintah. Ia adalah salah satu pionir sesungguhnya dari proyek pemindahan ibu kota. Bersama Thomas Umbu Pati dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup Myrna Safitri, Troy masuk dalam lingkaran pertama yang membantu Kepala Otorita IKN saat itu, Bambang Susantono, sejak pembangunan fisik mulai dipacu pada 2021. Di masa-masa awal, ketika Nusantara belum lebih dari hamparan Hutan Tanaman Industri, Troy dan rekan-rekannya harus menjalani rutinitas yang menguras tenaga: berkantor di Balikpapan, lalu menempuh perjalanan darat selama dua jam setiap hari bolak-balik untuk mengawal langsung proyek strategis nasional itu. Belum ada gedung, belum ada fasilitas, hanya semak dan jalan tanah yang menjadi saksi ketekunan para perintis.

Sosok Troy di mata rekan-rekannya adalah pribadi yang tenang dan tak banyak menuntut. Kamar nomor 102 yang ditinggalinya di rusun ASN 3 Tower 6 menjadi simbol kesederhanaan itu. Ia tidak memilih tinggal di kota besar terdekat, melainkan menetap di hunian vertikal yang diperuntukkan bagi aparatur sipil negara. Jarak antara tempat tinggalnya dan denyut pembangunan benar-benar nihil. Thomas Umbu Pati, yang hanya berjarak beberapa langkah dari pintu kamarnya, menjadi salah satu orang terakhir yang berinteraksi dengan Troy secara rutin. Bagi Thomas, kejadian Sabtu siang itu terasa begitu kontras dengan pagi yang masih diisi rencana ibadah. Tiba-tiba, keseharian di rusun itu berubah menjadi dukacita yang memilukan.

Also Read

Jatuhnya Rekor Black Flash Nanami dan Kebangkitan Yuji Itadori

Setelah proses administrasi dan penghormatan di RS Hermina IKN, jenazah Troy Pantouw diterbangkan ke Jakarta. Pihak otorita memperkirakan jenazah akan tiba di rumah duka pada Minggu pagi. Kepergian ini menyisakan duka mendalam bagi seluruh jajaran Otorita IKN. Troy bukan sekadar juru bicara; ia adalah saksi bisu sekaligus pelaku sejarah dari salah satu proyek paling ambisius republik ini. Ia memilih mengabdi hingga akhir hayatnya di kamar sederhana di rusun perintis, jauh dari hingar-bingar ibu kota lama. Di tengah segala keterbatasan masa awal pembangunan, dedikasinya menjadi pengingat bahwa di balik megahnya rencana besar negara, ada manusia-manusia yang diam-diam menaruh seluruh hidupnya untuk mewujudkannya.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca