Tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto Roboh, Puluhan Penonton Terluka

Agus CahyonoPublished 27 Jul 2026 - 09.250 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto Roboh, Puluhan Penonton Terluka
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Ajang prestisius Kejurnas Drift Speed Fest yang digelar di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berakhir tragis pada Minggu siang, 26 Juli 2026. Kegembiraan para pencinta otomotif yang memadati arena seketika berubah menjadi kepanikan massal saat struktur tribun penonton kelas VIP mendadak roboh. Peristiwa naas ini terjadi tidak lama setelah Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, secara resmi membuka acara tersebut, menyisakan puluhan korban luka yang harus segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, kekacauan bermula dari sebuah aktivitas pembagian suvenir oleh pihak penyelenggara. Ketika beberapa merchandise dilemparkan ke arah tribun VIP, penonton langsung merangsek maju untuk berebut. Pergerakan massa yang terkonsentrasi di satu titik ini memicu kegagalan struktur penyangga tribun. Bagus, salah satu korban selamat, menceritakan bagaimana situasi mencekam tersebut terjadi ketika orang-orang di barisan atas jatuh menimpa penonton di bawahnya secara beruntun, diiringi teriakan histeris dari para korban termasuk anak-anak yang berada di area tersebut.

Also Read

Fajar dan Fikri Pertahankan Gelar Juara di China Open 2026

Indikasi mengenai rapuhnya konstruksi tribun sebenarnya sudah dirasakan oleh sebagian penonton sebelum insiden terjadi. Falah, korban lain yang menempati barisan belakang tribun VIP, mengungkapkan bahwa struktur panggung sudah menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan sejak awal acara. Getaran abnormal terasa cukup kuat saat seluruh penonton berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sayangnya, peringatan dini berupa goyangan struktur tersebut luput dari perhatian hingga akhirnya benar-benar ambruk akibat beban dinamis saat penonton berebut suvenir.

Menyikapi musibah ini, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono langsung mengambil langkah cepat dengan membekukan izin untuk semua kegiatan serupa di wilayahnya. Penangguhan ini akan diberlakukan hingga ada rekomendasi resmi dari pihak kepolisian dan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Untuk meredam spekulasi liar dan kesimpangsiuran informasi yang beredar di media sosial, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga berencana mendirikan pusat komando informasi yang dikelola oleh penanggung jawab resmi.

Also Read

Bentrokan Maut di Menteng Berawal dari Perselisihan Warung Nasi Uduk

Saat ini, fokus utama adalah penanganan medis puluhan korban yang telah dievakuasi ke RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, dan RS Orthopaedi. Bupati Sadewo menegaskan bahwa meskipun acara ini diinisiasi oleh pihak swasta dan menjadi tanggung jawab penuh dari event organizer serta vendor konstruksi, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan tetap ikut bertanggung jawab sebagai penyedia tempat. Di sisi lain, jajaran Polresta Banyumas terus melakukan olah tempat kejadian perkara guna menyelidiki aspek kelayakan teknis, kapasitas maksimal tribun, serta jumlah tiket yang terjual demi mengungkap penyebab pasti kegagalan struktur tersebut.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca