Aparat keamanan gabungan dari unsur TNI dan Polri resmi membuka penyelidikan mendalam untuk mengusut aksi penembakan terhadap warga sipil yang diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden penembakan tersebut terjadi di kawasan pelaksanaan penutupan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 yang berlokasi di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Papua. Langkah penegakan hukum dan pengamanan wilayah langsung ditingkatkan oleh petugas gabungan tak lama setelah peristiwa penyerangan itu memicu gangguan keamanan di lokasi festival.
Aksi serangan mendadak yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata ini menembak masyarakat sipil yang sejatinya datang dengan maksud untuk menyaksikan pesta kebudayaan tahunan FBLB 2026. Penembakan tanpa alasan jelas tersebut mengakibatkan dua orang pengunjung menderita luka tembak. Berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian, korban penembakan teridentifikasi atas nama Laode Muhammad, seorang pria berusia 43 tahun, serta Salbia, seorang wanita berusia 50 tahun. Kedua warga tersebut menjadi korban langsung dari tembakan saat berada di area kegiatan kebudayaan tersebut.
Proses evakuasi terhadap para korban dilakukan secara cepat oleh personel TNI dan Polri yang bertugas mengamankan kawasan Distrik Walesi. Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi mengonfirmasi bahwa kedua korban penembakan telah berhasil dievakuasi dari tempat kejadian perkara dan langsung dirujuk menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. Di RSUD Wamena, kedua korban langsung mendapatkan penanganan medis secara intensif dari tim dokter untuk menangani luka akibat proyektil peluru yang menembus bagian tubuh mereka.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Mengenai kondisi fisik terkini dari para korban penembakan, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi menyampaikan bahwa tindakan medis yang cepat telah membantu menstabilkan keadaan kedua warga tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan pertolongan medis, Laode Muhammad mengalami luka tembak serius pada bagian lutut, sedangkan Salbia mengalami luka tembak pada paha bagian kanan. Robbi menegaskan bahwa kondisi kesehatan kedua korban saat ini dalam keadaan stabil selama menjalani perawatan intensif di RSUD Wamena.
Dalam penjelasannya mengenai penanganan pasca-kejadian, pihak keamanan menegaskan alasan belum teridentifikasinya faksi spesifik KKB yang bertanggung jawab atas penembakan ini. Sesaat setelah letusan senjata terdengar, fokus dan prioritas utama seluruh personel aparat keamanan di lapangan adalah mengevakuasi warga sipil serta mengamankan masyarakat yang memadati sekitar lokasi penutupan FBLB. Upaya penyelamatan jiwa warga di lokasi festival menjadi pertimbangan utama petugas sebelum melakukan pengejaran.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Oleh karena prioritas penyelamatan warga tersebut, aparat gabungan TNI dan Polri kini masih terus menjalankan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dari mana asal kelompok KKB yang melakukan aksi penyerangan di Distrik Walesi. Penelusuran jejak dan pengumpulan informasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memetakan pergerakan KKB serta mengungkap motif penembakan yang menargetkan warga di tengah gelaran pesta budaya daerah tersebut.
Rangkaian perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 itu sendiri telah resmi berakhir pada Sabtu (8/8). Walaupun gelaran penutupan festival tahunan ini sempat diwarnai oleh insiden penembakan yang mencekam, situasi keamanan di lokasi acara pada akhirnya berhasil dikendalikan secara penuh oleh petugas keamanan gabungan. Kawasan Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, juga telah disterilkan oleh aparat TNI-Polri demi menjamin keamanan masyarakat pasca-kejadian.






