Suasana hangat dan penuh kenangan menyelimuti perayaan hari jadi media digital Tirto.id yang kini genap berusia sepuluh tahun. Untuk memperingati momentum bersejarah satu dekade perjalanannya di industri media, Tirto.id menggelar sebuah perhelatan khusus bertajuk "Badai Nostalgia". Acara yang berlangsung sepanjang hari pada Jumat, 7 Agustus 2026 ini, menjadi ruang pertemuan bagi publik untuk merayakan ingatan kolektif melalui rangkaian diskusi edukatif dan hiburan musik.
Langkah perayaan sepuluh tahun ini sengaja dirancang bukan sekadar sebagai seremoni internal, melainkan sebagai sarana berinteraksi langsung dengan pembaca dan komunitas. Dengan mengangkat tema nostalgia, Tirto.id berupaya menjembatani memori masa lalu dengan tantangan masa depan melalui tiga sesi diskusi tematik yang digelar sejak siang hari. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan panggung hiburan yang menghadirkan penampilan musik lintas generasi pada malam harinya.
Sesi diskusi pertama dimulai pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB dengan mengusung tajuk "Jelajah Resep Warisan". Diskusi ini menyoroti pentingnya mendokumentasikan resep-resep kuliner keluarga tradisional, baik melalui media tulisan maupun visual, agar tidak hilang ditelan zaman. Sesi ini menghadirkan dua pembicara yang aktif dalam pelestarian kuliner, yaitu Pendiri Nusa Gastronomi, Mei Batubara, serta penulis buku "Memasak Harapan", Dewi Kharisma Michellia. Keduanya berbagi pandangan mengenai bagaimana makanan dapat menjadi medium penyimpan memori sejarah keluarga dan identitas budaya.








