Grab Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyelenggarakan program pelatihan keselamatan berkendara yang ditujukan bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol) roda dua. Langkah kolaboratif ini diselenggarakan secara serentak di lima kota besar di Indonesia. Bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut, Grab Indonesia juga secara resmi memperkenalkan tiga fitur keselamatan baru yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan ekstra bagi mitra pengemudi maupun para penumpang selama perjalanan berlangsung.
Acara Pelatihan Keselamatan Berkendara yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Doddy Purwagandhi, diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, pada hari Selasa (28/7). Selain menjadi ajang pembekalan teori dan praktik berkendara secara aman, momen ini juga menandai langkah maju dalam pemanfaatan teknologi untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya. Kegiatan pelatihan keselamatan ini dilaksanakan secara bersamaan di lima kota besar di Indonesia, yang meliputi Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. Program ini dilaporkan telah diikuti oleh lebih dari 1.000 mitra pengemudi kendaraan bermotor dari Grab.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, turut memaparkan pentingnya pembaruan fitur keselamatan di dalam aplikasi Grab. Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Fatigue Nudge. Fitur ini dirancang sebagai pengingat bagi mitra pengemudi agar mereka segera beristirahat setelah berkendara dalam durasi waktu tertentu. Dengan adanya peringatan berkala ini, risiko terjadinya kelelahan atau fatigue saat mengemudi di jalan raya dapat dikurangi, sehingga keselamatan berkendara bagi pengemudi maupun penumpang tetap terjaga dengan baik.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Fitur keselamatan kedua yang diperkenalkan adalah Audio Protect Plus. Fitur ini merupakan sistem khusus yang dapat mendeteksi suara selama perjalanan berlangsung. Melalui kemampuan sensor audio tersebut, sistem dari Grab mampu merespons dengan lebih cepat apabila terdeteksi adanya indikasi insiden atau situasi yang tidak diinginkan di jalan. Penerapan fitur ini diharapkan mampu memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi kedua belah pihak di dalam kendaraan sepanjang perjalanan.
Selain itu, Grab juga memperkenalkan sistem integrasi layanan dengan Polisi 110. Melalui sistem baru ini, mitra pengemudi serta penumpang dapat menghubungi bantuan kepolisian secara lebih cepat saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Integrasi langsung dengan layanan kepolisian ini menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat waktu respons darurat di lapangan, sehingga potensi bahaya kriminal maupun kecelakaan fatal dapat segera diantisipasi dengan bantuan aparat yang berwenang.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Secara keseluruhan, kolaborasi antara Grab Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri dalam penyelenggaraan pelatihan di lima kota serta peluncuran tiga fitur keselamatan baru ini menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih aman. Dengan melibatkan lebih dari 1.000 mitra pengemudi serta menghadirkan teknologi mutakhir seperti Fatigue Nudge, Audio Protect Plus, dan akses cepat Polisi 110, program ini diharapkan dapat terus meningkatkan standar keselamatan jalan raya di Indonesia.






