Tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 12,5 hektare. Kebakaran tersebut melanda dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Upaya pemadaman ini dilakukan secara sinergis oleh seluruh unsur yang terlibat guna mencegah dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas di daerah tersebut.
Lokasi pertama kebakaran berada di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), yang terletak di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil. Di lokasi ini, kobaran api menghanguskan lahan gambut dengan luas mencapai kurang lebih 1,2 hektare. Untuk mengatasi kebakaran di kawasan gambut tersebut, lebih dari 50 personel gabungan dikerahkan ke lapangan. Personel tersebut berasal dari Polsek Siak Kecil, Polsek Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni, serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Bandar Jaya dan Muara Dua. Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Siak Kecil tersebut masih berada dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Sementara itu, lokasi kebakaran kedua terpantau berada di lahan milik masyarakat yang berlokasi di Jalan Tangkahan Tegar Ujung, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Wilayah kebakaran ini berbatasan langsung dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir. Di lokasi kedua ini, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan yang didominasi oleh semak belukar serta tanaman kelapa sawit. Mengingat luasnya area yang terbakar, upaya pemadaman di Kecamatan Mandau ini turut melibatkan personel dari Polsek Mandau, Polsek Pinggir, dan Koramil 03 Mandau. Selain itu, proses pemadaman di darat juga mendapatkan dukungan udara berupa satu unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Kapolres Bengkalis, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fahrian Saleh Siregar, menyatakan bahwa kebakaran di kedua lokasi di Kabupaten Bengkalis tersebut kini telah berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Sebagian besar titik api dilaporkan telah padam sepenuhnya. Kendati demikian, para petugas di lapangan masih terus melakukan proses pendinginan secara intensif untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Di sisi lain, tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI menghadapi tantangan yang cukup berat selama menjalankan misi pemadaman karhutla, baik di Kabupaten Bengkalis maupun di wilayah Rokan Hilir, Riau. Embusan angin yang kencang serta minimnya ketersediaan sumber air di sekitar lokasi kejadian menjadi kendala utama yang memperlambat proses pemadaman. Secara umum, aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan secara terbuka dinilai sangat berisiko memicu terjadinya kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi dan tanah dalam keadaan kering.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Situasi karhutla ini tidak hanya melanda Provinsi Riau, melainkan juga terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Di Jambi, personel Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Sumatra IX Kota Jambi bersama Tim Satgas Karhutla Jambi dilaporkan sempat kewalahan dalam memadamkan total areal gambut yang terbakar karena karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan secara instan.
Sementara itu, kebakaran hutan juga melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga meluas mencapai 176 hektare akibat tiupan angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Guna mengefektifkan upaya pemadaman yang kini telah meluas hingga ke kawasan Gunung Kursi, Balai Besar TNBTS memutuskan untuk menutup total seluruh akses wisata menuju Gunung Bromo mulai Sabtu (8/8) malam. Titik api di kawasan Gunung Bromo tersebut dilaporkan terus merambat ke arah Bukit B29. Untuk mengatasi kebakaran di medan yang sulit tersebut, petugas gabungan mengerahkan dukungan teknologi berupa helikopter water bombing dan drone guna memantau serta memadamkan api dari udara.






