apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Internasional

Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran

Andi TobanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 10.50 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Upaya Reza Pahlavi untuk memimpin masa transisi di Iran apabila pemerintahan Republik Islam runtuh tampaknya tidak berjalan mulus, terutama dalam hal dukungan dari sekutu internasionalnya. Pahlavi, yang merupakan putra dari Shah Iran terakhir yang digulingkan dalam peristiwa Revolusi 1979, hingga kini belum mendapatkan dukungan resmi dari Washington untuk mewujudkan ambisinya tersebut. Padahal, ia telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya di luar negeri demi menggalang kekuatan politik.

Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump secara berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menyokong Pahlavi sebagai calon pemimpin baru Iran. Sikap ini dipertegas oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat tidak pernah menetapkan tujuan untuk menjadikan Reza Pahlavi sebagai pemimpin baru di negara tersebut. Alih-alih mengupayakan pergantian rezim, pemerintahan Trump saat ini lebih memilih untuk membuka keran negosiasi dengan pemerintah Iran yang tengah berkuasa. Kebijakan ini juga tecermin dalam kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sama sekali tidak mencantumkan agenda perubahan rezim.

Meskipun tidak mendapat restu politik dari Gedung Putih, Pahlavi yang telah hidup di pengasingan selama hampir lima dekade tetap menyuarakan optimisme. Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Reuters, ia meyakini bahwa pemerintahan Iran saat ini sudah berada di ambang keruntuhan. Bagi Pahlavi, kampanye untuk membebaskan tanah airnya telah menjadi misi hidup yang ia jalani selama 46 tahun terakhir. Ia juga mengklaim telah membangun komunikasi dengan lebih dari seribu kelompok di Iran, yang meliputi kalangan pekerja, akademisi, tokoh agama, hingga organisasi berbasis etnis. Langkah politiknya ini sempat mendapat sambutan hangat dari kalangan konservatif saat ia menghadiri ajang Conservative Political Action Conference (CPAC) di Texas.

Baca Juga

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Namun, di balik optimisme tersebut, hubungan Pahlavi dengan para penyokong dana dan pendukungnya kini diwarnai ketegangan. Para donor yang sebelumnya telah menggelontorkan dana lebih dari 3 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar (dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS) untuk mendukung gerakannya mulai menyatakan kekecewaan. Salah satu pemicu kekecewaan tersebut adalah sikap Pahlavi yang dinilai lambat dalam mengecam pernyataan keras Donald Trump. Sebelumnya, Trump sempat melontarkan ancaman untuk menghancurkan Iran hingga kembali ke Zaman Batu, sebuah pernyataan yang memicu kekhawatiran besar di kalangan oposisi Iran.

Selain masalah respons terhadap ancaman luar, para penyandang dana juga menilai Pahlavi belum berhasil menyatukan berbagai faksi dalam kelompok oposisi. Ia juga menghadapi kritik tajam karena dinilai kurang tegas dalam mengecam tindakan intimidasi serta kekerasan yang dilakukan oleh sebagian pendukung garis kerasnya terhadap sesama aktivis oposisi. Terhadap tuduhan tersebut, Pahlavi membantah bahwa dirinya membiarkan tindakan kekerasan para pendukungnya. Ia menegaskan bahwa dirinya mengutuk keras segala bentuk kekerasan dari pihak mana pun.

Baca Juga

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Terkait masa depan negaranya, Pahlavi berpendapat bahwa pemerintah asing tidak memiliki hak untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pemimpin alternatif bagi Iran. Menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan rakyat Iran sendiri. Ia juga menambahkan bahwa jika ada tindakan militer yang terpaksa dilakukan di masa mendatang, sasaran utama serangan harus difokuskan pada rezim yang berkuasa saat ini, bukan pada infrastruktur sipil yang dapat merugikan masyarakat umum.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranAmerika SerikatOposisiReza Pahlavi

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap