PT TASPEN (Persero) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 400 paket sembako serta berbagai kebutuhan penunjang dengan total nilai mencapai Rp155 juta untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bantuan ini dilakukan pada Selasa (18/8) sebagai bentuk kepedulian BUMN tersebut terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Bantuan kemanusiaan tersebut diserahkan langsung oleh Komisaris Utama TASPEN, Fary Djemy Francis, bersama Direktur Investasi TASPEN, Rifki Isnaini Hassan. Penerima manfaat dari bantuan ini diwakili oleh Ketua Ikatan Keluarga Ngada (Ikada) Kupang, Isidorus Lilidjawa, yang selanjutnya akan menyalurkan bantuan tersebut kepada sekitar 450 jiwa di sejumlah titik pengungsian. Ikada Kupang sendiri telah aktif menggalang donasi sejak 16 Agustus 2026 untuk disalurkan secara tepat sasaran melalui pemerintah daerah atau lembaga keagamaan setempat.
Rincian bantuan penunjang yang disalurkan oleh TASPEN mencakup 7 unit genset senilai Rp70 juta untuk mendukung ketersediaan sumber listrik di area terdampak bencana. Selain itu, terdapat 25 unit terpal senilai Rp25 juta yang difungsikan sebagai perlindungan tempat tinggal sementara bagi para pengungsi, serta 400 paket sembako senilai Rp60 juta untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. TASPEN juga menyalurkan bantuan obat-obatan guna mendukung kebutuhan kesehatan para korban gempa.
Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik pada 2027

Proses penyaluran bantuan ini sempat menghadapi kendala transportasi yang menyebabkan distribusi logistik mengalami penundaan. Adanya ancaman gempa susulan juga membuat tim utama TASPEN menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kota Kupang, alih-alih langsung menuju lokasi bencana. Kendati demikian, TASPEN Kantor Cabang Ende dilaporkan telah lebih dulu tiba di Kabupaten Ngada untuk menyerahkan bantuan secara langsung di lokasi pengungsian. Perwakilan Insan TASPEN sendiri sudah berada di lokasi sejak Senin (17/8) guna berkoordinasi dan memastikan kebutuhan warga segera ditangani.
Selain bantuan logistik fisik, TASPEN memberikan dukungan kepada Gekrafs NTT (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Nusa Tenggara Timur) untuk memfasilitasi pengiriman tenaga kesehatan ke lokasi-lokasi terdampak. Langkah ini berjalan beriringan dengan upaya Kementerian Kesehatan yang telah mengaktifkan 9 HEOC (Health Emergency Operation Center) serta mengirimkan rumah sakit mobil dan tim medis ke delapan kabupaten terdampak di NTT. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru yang melaporkan total 47 korban jiwa akibat gempa ini, serta mulai mengirimkan 275 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Pramono Anung Tegaskan Petugas Pelayanan Publik DKI Jakarta Dilarang WFH

Bencana gempa bumi M7,7 di Flores ini memicu dampak yang cukup luas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya 2.119 gempa susulan pascagempa utama. BMKG juga mencatat adanya tsunami yang menerjang 16 lokasi di 4 provinsi, dengan laporan korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Di sisi lain, laporan terpisah menyebutkan korban meninggal mencapai 54 orang, dengan lebih dari 130 orang luka-luka dan sekitar 5.000 warga harus mengungsi. Salah satu titik pengungsian berada di Pulau Longos, Manggarai Barat, di mana sebanyak 322 kepala keluarga masih mengungsi di wilayah perbukitan.






