apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Tangis Haru Orang Tua Siswa saat Kunjungan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat di Tangerang

Usat NgajiDiterbitkan 9 Agu 2026 - 11.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tangis Haru Orang Tua Siswa saat Kunjungan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat di Tangerang
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana program pendidikan teranyar dari pemerintah dapat langsung mengubah nasib keluarga yang paling membutuhkan di Indonesia? Pertanyaan praktis ini terjawab secara nyata dalam kegiatan persiapan seremoni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pertemuan yang diselenggarakan di ruang makan Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, tersebut diwarnai momen penuh emosi saat perwakilan orang tua siswa menumpahkan rasa syukur mereka secara langsung di hadapan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Isak tangis haru tersebut salah satunya datang dari Siti Yuliana, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan pesisir Jakarta Utara. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas karena sang suami hanya bekerja sebagai buruh harian lepas, impian memberikan pendidikan layak bagi putrinya, Putri Nurdiyanah, sempat dirasa sulit dijangkau. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas kecemasan yang selama ini menghantui mereka. Program ini merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo yang ditujukan khusus bagi keluarga-keluarga paling tidak mampu yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan nasional. Sejak Indonesia merdeka, model Sekolah Rakyat dengan format seperti ini baru pertama kali diselenggarakan di tanah air.

Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menerapkan kebijakan transformatif untuk mengelola institusi pendidikan ini. Alih-alih sekadar memberikan fasilitas belajar gratis, Kementerian Sosial menghadirkan pendekatan terpadu berbasis asrama atau boarding school selama 24 jam penuh. Melalui sistem ini, anak-anak tidak hanya belajar secara formal tetapi juga mendapatkan bimbingan karakter secara terus-menerus. Dampak positif dari pola pembinaan intensif ini terbukti membawa perubahan cepat bagi para siswa yang terlibat.

Baca Juga

Spanyol Terapkan Pemeriksaan Acak Pelancong Italia di Tengah Perselisihan Perbatasan

Spanyol Terapkan Pemeriksaan Acak Pelancong Italia di Tengah Perselisihan Perbatasan

Salah satu contoh keberhasilan nyata dari metode pengajaran ini ditunjukkan oleh Misfan Nazriel Faturrahman, seorang siswa asal Kabupaten Bekasi. Misfan, yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam hal membaca, kini tampil dengan penuh percaya diri memandu jalannya acara sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony (MC). Kemampuannya berbicara menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia secara fasih di hadapan para pejabat negara membuktikan efektivitas dari pola asuh asrama yang diterapkan.

Keberlangsungan program berskala besar ini tentunya mengandalkan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah, termasuk Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, berperan aktif memfasilitasi penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk lokasi sekolah. Sementara itu, proses pembangunan fisik gedung sekolah yang permanen dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga

Pramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Pramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Untuk tahap pertama, pemerintah menargetkan pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan dapat tuntas sepenuhnya pada tahun ini. Setiap titik sekolah permanen tersebut memiliki kapasitas tampung yang cukup besar, yaitu hingga mencapai 2.000 siswa untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Langkah perluasan juga sudah direncanakan matang, di mana mulai Oktober 2026, Presiden akan menambah 100 titik lokasi baru lagi. Kunjungan persiapan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Gubernur Banten Andra Soni untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung siap digunakan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Teddy Indra WijayaSekolah RakyatKementerian SosialSaifullah Yusuf

Berita Terbaru Lainnya

Pertamina Pacu Produksi Migas dan Energi Bersih demi Ketahanan NasionalKapal Tanker UEA Diserang Rudal di Selat Hormuz, Upaya Pembukaan Jalur Temui Jalan BuntuSpanyol Terapkan Pemeriksaan Acak Pelancong Italia di Tengah Perselisihan PerbatasanJadwal SEA V-Cup 2026 Putri, Indonesia vs Filipina 9 AgustusPramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKISektor Pertanian Alor Didorong untuk Mengatasi Kemiskinan dan Tekan Harga BerasKementerian Pariwisata Dorong Pengembangan Wisata Yacht untuk Perkuat Ekosistem BahariKabar Populer Hiburan, Single Baru Syahrini hingga Alasan Sheila On 7 Jarang Tampil di Podcast

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026