Pemerintah Taiwan kini tengah mempercepat pembangunan armada drone udara serta kapal tanpa awak demi menghadapi potensi ancaman invasi dari China. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi geopolitik yang kian dinamis di wilayah tersebut. Strategi pertahanan yang diterapkan oleh Taiwan ini terinspirasi langsung dari pengalaman perang di Ukraina. Dengan memanfaatkan teknologi nirawak secara masif, Taiwan bertujuan menciptakan konsep medan perang yang oleh militer Amerika Serikat diistilahkan sebagai "hellscape" atau "neraka" untuk menyulitkan pergerakan kekuatan lawan.
Meskipun demikian, perjalanan pengembangan teknologi ini tidak berjalan tanpa hambatan. Direktur Jenderal Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan Taiwan, Letnan Jenderal Huang Wen-chi, secara terbuka mengakui bahwa upaya Taiwan terkait pengembangan drone dan sistem penanggulangan drone sebenarnya dimulai agak terlambat. Pada tahap awal pengembangannya, pihak militer harus melakukan proses uji coba sambil berjalan untuk menemukan formula yang tepat. Namun, komitmen Taiwan kini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Kemampuan drone serta sistem penangkal drone tersebut kini telah diintegrasikan ke dalam Han Kuang, yang merupakan latihan militer tahunan Taiwan yang berlangsung selama 10 hari.








