Yunani tengah dilanda duka mendalam setelah dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan saat berupaya menjinakkan kebakaran hutan besar pada Minggu, 2 Agustus 2026. Peristiwa tragis yang terjadi di kawasan Psatha, wilayah Attica ini, menambah panjang deretan bencana yang sedang mengepung benua Eropa akibat cuaca ekstrem.
Insiden tabrakan udara tersebut merenggut dua korban jiwa, yang dilaporkan merupakan seorang warga negara Yunani dan seorang warga negara Denmark. Berdasarkan rekaman video yang diunggah di halaman Facebook Forecast Weather Greece, kecelakaan bermula ketika baling-baling utama dari helikopter yang berada di posisi lebih rendah menghantam bagian bawah helikopter lainnya. Helikopter bawah tersebut seketika jatuh dan terbakar hebat. Sementara itu, helikopter kedua berhasil membuang muatan airnya dan terbang menjauh dari lokasi kejadian. Awak dari helikopter kedua, yang terdiri dari seorang warga Yunani dan seorang warga Inggris, dilaporkan selamat dari kecelakaan maut tersebut.
Kebakaran yang sedang ditangani di wilayah barat laut Athena ini telah menghancurkan lebih dari 100 rumah. Petaka tidak berhenti di situ; kebakaran di Porto Germeno bahkan telah merembet hingga ke permukiman Veniza dan area lapangan tembak militer, yang kemudian memicu ledakan amunisi yang belum meledak. Saat ini, tim darurat sedang berpacu dengan waktu untuk mencegah agar kobaran api tidak mencapai Megara, sebuah kota pesisir yang dihuni oleh sekitar 30.000 jiwa. Di sisi lain, evakuasi warga juga terpaksa dilakukan di wilayah Pastra, bagian selatan pulau wisata Kefalonia di Laut Ionia, setelah titik api baru muncul di sana.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Terkait penyebab kebakaran yang bermula di Boeotia sebelum menyebar ke Attica, penyelidikan awal mengarah pada dugaan adanya percikan api dari konduktor jaringan listrik swasta. Jaringan tersebut berfungsi menyalurkan energi dari turbin angin ke jaringan listrik utama. Pihak berwenang telah mengambil tindakan hukum; laporan dari situs eKathimerini menyebutkan bahwa dua warga negara Yunani telah ditangkap atas dugaan kelalaian, sementara satu tersangka lainnya hingga kini masih buron. Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, dalam pesan rutin hari Minggunya menyampaikan bahwa ada momen ketika kekuatan alam dan intensitas cuaca melampaui seluruh perencanaan manusia serta kemampuan operasional yang ada.
Kondisi darurat akibat kebakaran hutan ini tidak hanya melanda Yunani. Di Prancis, tepatnya di wilayah Var, kebakaran besar berubah arah akibat perubahan angin dan bergerak menuju kawasan hutan yang sulit dijangkau. Warga setempat, seperti Georges Blanc di Montfort-sur-Argens, harus berjuang memadamkan sisa-sisa bara api di sekitar rumah mereka agar api tidak kembali berkobar. Selain itu, kebakaran baru yang diduga dipicu oleh kendaraan terbakar di dekat jalan raya kota bersejarah Carcassonne memaksa otoritas Prancis menutup jalan tol dan mengevakuasi taman satwa terdekat. Sementara di Spanyol, kebakaran hutan di provinsi Caceres memaksa sekitar 800 orang mengungsi pada hari Sabtu, meskipun mereka akhirnya diizinkan pulang ke rumah pada hari Minggu dengan imbauan untuk tetap berada di dalam ruangan.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Selain kebakaran hutan, Eropa juga menghadapi krisis air yang serius. Sungai Danube mencatat tingkat air terendah sepanjang sejarah di Hungaria, Serbia, dan Rumania. Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar, mengungkapkan bahwa surutnya Sungai Danube telah memaksa satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu untuk menghentikan operasionalnya untuk pertama kali dalam lebih dari empat dekade. Krisis air ini juga memicu pembatasan penggunaan air di lebih dari 100 kota dan desa di Hungaria. Di Serbia, permukaan air Sungai Danube merosot ke titik terendah sejak tahun 1985, yang mengakibatkan produksi harian di pembangkit listrik tenaga air terbesar di negara tersebut terpangkas hingga hanya tersisa 20 persen dari kapasitas normalnya.






