Upaya pencarian terhadap sopir dan kernet truk yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berakhir dengan duka. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan operasi penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Kedua korban tersebut diidentifikasi sebagai Sukadi, seorang sopir truk berusia 60 tahun, dan Danang, kernet truk yang masih berusia 17 tahun. Keduanya dilaporkan hilang terseret arus pada Jumat (7/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah upaya pencarian intensif, jasad kedua korban ditemukan pada waktu yang berbeda pada hari Sabtu (8/8).
Jasad Sukadi ditemukan pertama kali pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan mengapung di tengah aliran sungai. Lokasi penemuan jasad sang sopir truk ini berada cukup jauh, yakni berjarak kurang lebih dua kilometer dari titik awal tempatnya dilaporkan tenggelam. Tim gabungan langsung mengevakuasi jasad korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Beberapa jam setelah penemuan Sukadi, tim SAR gabungan kembali menemukan jasad korban kedua, yaitu Danang. Remaja berusia 17 tahun ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 11.10 WIB. Jasad Danang ditemukan mengapung di perairan dengan jarak sekitar 500 meter dari lokasi awal terjadinya kecelakaan. Penemuan kedua jasad ini mengakhiri proses pencarian yang menegangkan sejak hari sebelumnya.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa ini bermula saat Tug Boat Zavina 01 yang tengah menarik tongkang melintas di wilayah perairan Labuh Bukit Batu menuju ke Palembang. Tongkang tersebut sedang membawa muatan yang merupakan armada mobil milik PT OKI Pulp and Paper. Di tengah perjalanan, insiden tidak terduga menimpa kru truk yang berada di atas tongkang tersebut.
Danang selaku kernet truk awalnya berniat untuk mengambil air dari sungai dengan menggunakan sebuah ember. Untuk mencapai pinggiran tongkang, ia berjalan melewati celah-celah sempit di antara kendaraan yang sedang diangkut. Namun, saat mencoba mengambil air, Danang diduga terpeleset lalu jatuh terperosok ke dalam sungai dan langsung terseret oleh arus air yang deras.
Melihat kernetnya terjatuh dan hanyut, Sukadi secara spontan berusaha memberikan pertolongan. Sayangnya, tindakan penyelamatan tersebut justru berujung tragis bagi dirinya sendiri. Sukadi tidak mampu melawan kuatnya arus Sungai Baung, sehingga ia ikut terseret aliran sungai dan tenggelam bersama Danang.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Setelah menerima laporan kecelakaan air ini pada Jumat (7/8) sore, Kantor SAR Palembang langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel penyelamat menuju lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menjelaskan bahwa operasi pencarian ini melibatkan tim gabungan yang terdiri atas personel Basarnas, TNI AL, Polair, serta dibantu secara aktif oleh warga sekitar yang mengenal medan sungai tersebut.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan membagi fokus penyisiran di atas permukaan air dengan cakupan area mencapai 7 mil laut persegi (NM虏). Untuk mempermudah mobilitas dan mempercepat penemuan korban, tim mengoptimalkan penggunaan sarana air seperti Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas serta kapal cepat milik Polair. Penemuan kedua jasad korban ini sekaligus menutup rangkaian operasi penyelamatan darurat di Sungai Baung tersebut.






