Film horor thriller asal Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2018, Unfriended: Dark Web, merupakan salah satu karya sinema yang mengangkat tema ketegangan di dunia digital. Disutradarai oleh Stephen Susco, film ini menghadirkan sudut pandang yang unik mengenai bagaimana teknologi dan internet dapat menjadi sumber ancaman yang sangat nyata bagi kehidupan seseorang. Melalui arahan sutradara Stephen Susco, film ini mengeksplorasi sisi gelap dari dunia maya yang sering kali tidak disadari oleh para pengguna internet sehari-hari. Sebagai sebuah film thriller horor, karya ini berusaha menyajikan ketegangan yang intens dengan memanfaatkan elemen-elemen teknologi yang sangat dekat dengan kehidupan modern kita.
Kisah dalam film Unfriended: Dark Web berfokus pada seorang pemuda bernama Matias. Cerita dimulai ketika Matias menemukan sebuah laptop bekas yang tampaknya masih berfungsi dengan baik. Tanpa menaruh rasa curiga yang berlebihan, Matias memutuskan untuk menggunakan laptop bekas tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aktivitas yang ia lakukan dengan laptop tersebut adalah berkomunikasi dengan teman-temannya. Matias memanfaatkan perangkat komputer jinjing tersebut untuk melakukan panggilan video (video call) guna terhubung dan berbincang dengan kelompok temannya secara daring. Namun, apa yang awalnya terlihat seperti aktivitas komunikasi biasa segera berubah menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang mengerikan bagi Matias dan teman-temannya.
Wamendikdasmen Tegaskan Kebijakan Pendidikan Presiden Prabowo Mulai Dirasakan Nyata hingga Ujung Negeri

Ketegangan mulai terbangun ketika Matias mulai menjelajahi isi dari laptop bekas yang ditemukannya tersebut. Di dalam perangkat itu, Matias secara tidak sengaja menemukan sejumlah file tersembunyi yang sengaja disimpan dengan rapi. Setelah memeriksa dokumen-dokumen dan file rahasia tersebut, Matias mulai menyadari sebuah kenyataan yang mencemaskan. Ia menyadari bahwa laptop bekas tersebut sebelumnya telah digunakan oleh pemilik terdahulu untuk melakukan berbagai aktivitas misterius di internet. Keadaan menjadi jauh lebih berbahaya ketika Matias sedang melakukan panggilan video bersama teman-temannya. Tanpa sengaja dan tanpa mereka sadari sebelumnya, Matias beserta teman-temannya justru terhubung dengan orang-orang berbahaya yang aktif beroperasi di dunia maya.
Setelah terhubung dengan pihak-pihak berbahaya tersebut, situasi yang dihadapi oleh Matias dan kelompok temannya menjadi semakin genting. Kelompok teman ini kemudian menyadari bahwa mereka tidak lagi aman di ruang digital mereka sendiri. Mereka menyadari dengan jelas bahwa seluruh percakapan yang mereka lakukan serta aktivitas digital yang mereka jalankan sedang diawasi secara langsung oleh entitas berbahaya tersebut. Pengawasan yang konstan ini menciptakan rasa teror yang mendalam, di mana setiap tindakan dan ucapan mereka di depan layar komputer dipantau secara ketat. Ketegangan ini menjadi inti dari konflik yang harus dihadapi oleh para karakter di sepanjang jalannya film.
Telur Orak-Arik vs Roti Panggang Selai Kacang, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?

Secara tematik, film Unfriended: Dark Web ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan film pertamanya. Film rilisan 2018 ini menghadirkan cerita baru yang secara khusus berfokus pada tema kejahatan siber (cybercrime), isu privasi digital, serta bahaya nyata dari dunia internet tersembunyi atau yang biasa dikenal sebagai dark web. Keunikan lain dari film garapan Stephen Susco ini terletak pada gaya penyajian visualnya. Sebagian besar kejadian di dalam film ini ditampilkan langsung melalui layar komputer. Sutradara memanfaatkan format ini untuk membangun ketegangan secara perlahan namun intens. Rasa takut dan ketegangan penonton dibangun secara efektif melalui pesan teks, panggilan video, serta berbagai aktivitas digital yang dilakukan oleh para karakter di dalam layar.






