Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kerap menjadi tantangan harian bagi para komuter dan pengendara di wilayah Jakarta. Bagi sebagian orang, waktu yang dihabiskan untuk mengantre bahan bakar dirasa sangat menyita waktu produktif mereka. Guna menyiasati kondisi tersebut, beberapa warga memiliki strategi tersendiri agar tidak perlu mengantre berjam-jam. Mulai dari mengatur waktu kunjungan ke pompa bensin hingga memilih jenis bahan bakar dengan antrean yang lebih pendek, para pengendara ini menerapkan berbagai cara demi efisiensi perjalanan mereka.
Bagi Amran, seorang pengemudi ojek online berusia 44 tahun asal Pondok Kopi, Jakarta Timur, mengisi bahan bakar bukan lagi sekadar aktivitas berhenti sejenak di SPBU. Pada pagi hari di hari Kamis, 6 Agustus 2026, Amran tampak mematikan mesin sepeda motor Honda Scoopy miliknya di SPBU COCO Cikini 31.103.03 Pertamina. Amran baru saja mengantar seorang penumpang ke daerah Gondangdia dan memutuskan untuk membeli bahan bakar senilai Rp25.000 karena semalam lupa mengisi bensin. Berdasarkan pengalamannya di jalanan, Amran memiliki trik tersendiri. Menurutnya, waktu terbaik untuk mengisi bensin adalah saat siang hingga sore hari, tepatnya sekitar pukul 11.30 sampai 15.00 WIB, atau pada larut malam setelah pukul 21.30 WIB.
Cerita serupa mengenai siasat menghindari antrean juga datang dari Dede, seorang pengemudi ojek online berusia 37 tahun. Dede menjadikan pekerjaan sebagai pengemudi ojek online ini sebagai sumber penghasilan tambahan setelah ia menyelesaikan pekerjaan utamanya sehari-hari sebagai seorang office boy. Dede biasanya mulai menarik orderan ojek online sekitar pukul 17.00 WIB setelah menyelesaikan pekerjaan utamanya tersebut. Dede yang tinggal di daerah Palmerah menceritakan bahwa di wilayah tempat tinggalnya terdapat dua pom bensin. Namun, ia harus memperhatikan waktu karena beberapa pom bensin di sana ada yang sudah tutup pada pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Selain itu, Dede juga mengaku jarang membeli bensin eceran di pinggir jalan. Alasan utamanya adalah karena harga bensin eceran lebih mahal dan ia khawatir dengan kualitasnya, mengingat adanya isu atau kabar dari orang-orang di luar bahwa bensin eceran tersebut rentan dioplos.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Sementara itu, pilihan yang berbeda diambil oleh Ramdan, seorang pekerja swasta berusia 29 tahun. Ramdan yang menggunakan sepeda motor Honda Vario sebagai kendaraan operasional hariannya memilih taktik lain untuk menghindari antrean panjang. Alih-alih menghabiskan waktunya yang berharga untuk mengantre bahan bakar jenis Pertalite yang kerap mengular, Ramdan lebih memilih untuk mengisi tangki motornya dengan Pertamax. Bahkan, dalam kondisi mendesak di mana antrean sangat ramai, ia tidak ragu untuk memilih Pertamax Turbo agar proses pengisian bahan bakar kendaraannya bisa selesai dengan lebih cepat.
Pandangan yang senada juga disampaikan oleh Cikal, seorang pegawai kantoran berusia 30 tahun yang bekerja di kawasan SCBD. Setiap harinya, Cikal harus menempuh perjalanan pulang-pergi yang cukup jauh antara Cikarang dan Bekasi. Cikal lebih memilih untuk mengisi kendaraannya dengan bahan bakar jenis Pertamax atau Pertamax Green. Pilihan ini diambil karena antrean untuk kedua jenis bahan bakar tersebut relatif lebih singkat dibandingkan dengan bahan bakar bersubsidi. Selain untuk menghemat waktu antrean, pilihan ini juga sangat sesuai dengan kebutuhan kendaraannya. Mobil yang digunakan Cikal sehari-hari memang membutuhkan bahan bakar dengan spesifikasi oktan RON 92 ke atas.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Melalui berbagai siasat yang diterapkan oleh para pengendara ini, terlihat bagaimana manajemen waktu dan pemilihan jenis bahan bakar menjadi kunci penting dalam menghadapi rutinitas di jalanan Jakarta. Baik dengan cara memetakan jam-jam lengang di SPBU seperti yang dilakukan Amran dan Dede, maupun dengan beralih ke bahan bakar nonsubsidi seperti yang dilakukan Ramdan dan Cikal, semuanya bertujuan untuk menghindari antrean yang dapat menyita waktu berjam-jam di pom bensin.






