Bagaimana produsen kosmetik pada masa lalu memastikan bahwa produk lipstik mereka benar-benar memiliki ketahanan tinggi dan tidak mudah luntur? Pertanyaan ini membawa kita kembali ke era 1950-an, sebuah masa di mana industri kecantikan sedang berkembang pesat. Pada era tersebut, lipstik diproduksi bukan sekadar sebagai alat rias biasa, melainkan telah menjadi sebuah ikon penting yang melambangkan feminitas, modernitas, dan kepercayaan diri bagi perempuan. Untuk membuktikan klaim ketahanan produk yang dipasarkan, produsen kosmetik pada masa itu menerapkan metode pengujian yang unik dengan melibatkan manusia secara langsung, termasuk mempekerjakan pria sebagai penguji produk lipstik mereka.
Perkembangan industri ini tidak lepas dari peran para inovator di bidang kimia. Pada tahun 1950, seorang ahli kimia perempuan bernama Nona Bishop mendirikan sebuah perusahaan bernama Hazel Bishop Inc. Perusahaan ini didirikan secara khusus untuk memproduksi dan memasarkan produk lipstik hasil penemuannya sendiri. Melalui perusahaan tersebut, Hazel Bishop Inc. mempopulerkan jenis lipstik baru yang memiliki keunggulan formulasi unik, yaitu tidak membuat bibir menjadi kering, tidak menyebabkan iritasi pada kulit, serta memiliki daya tahan yang sangat lama saat digunakan oleh konsumen.








