apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Sejarah

Sejarah Kumpul Kebo dan Gaya Hidup Pejabat Kolonial di Jawa

Parlin SinagaPublished 27 Jul 2026 - 14.25 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Sejarah Kumpul Kebo dan Gaya Hidup Pejabat Kolonial di Jawa
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Istilah "kumpul kebo" yang akrab di telinga masyarakat Indonesia modern rupanya memiliki akar sejarah yang panjang dan berliku. Jauh sebelum menjadi stigma sosial seperti sekarang, fenomena hidup bersama tanpa ikatan pernikahan ini merupakan bagian dari realitas keseharian di masa kolonial Hindia Belanda. Menariknya, frasa tersebut disinyalir lahir dari pelesetan bahasa Belanda "kumpul Gerbouw"鈥攄i mana gerbouw berarti bangunan atau rumah鈥攜ang digunakan masyarakat lokal untuk menyindir pasangan yang berbagi atap tanpa status resmi.

Praktik ini bukan sekadar persoalan moralitas individual, melainkan konsekuensi logis dari kebijakan dan tantangan logistik zaman VOC. Pada masa itu, mendatangkan istri atau perempuan Eropa ke Nusantara merupakan perkara yang sangat sulit. Selain membutuhkan biaya transportasi yang luar biasa besar, risiko kesehatan akibat penyakit tropis yang mematikan membuat banyak pria Eropa enggan membawa keluarga mereka. Sebagai jalan keluar, para pejabat kolonial hingga prajurit kelas bawah memilih menjalin hubungan informal dengan perempuan lokal, yang sebagian besar berstatus sebagai budak.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Also Read

Penyelamatan Ribuan Penyu di Pesisir Malang Selatan Menjadi Harapan Baru Ekosistem Laut

Penyelamatan Ribuan Penyu di Pesisir Malang Selatan Menjadi Harapan Baru Ekosistem Laut

Gaya hidup ini bahkan dipraktikkan oleh para pemegang kekuasaan tertinggi di Batavia. Gubernur Jenderal VOC Gustaaf Willem Baron van Imhoff (masa jabatan 1743-1750), misalnya, diketahui tinggal bersama seorang budak pemberian Ratu Bone yang kemudian dibaptis dengan nama Helena Pieters. Meskipun Van Imhoff tercatat sudah memiliki istri sah, Helena tetap mendampinginya sebagai teman hidup hingga melahirkan beberapa anak. Pola serupa juga dijalani oleh penerusnya, Gubernur Jenderal Reinier de Klerk (1777-1780), yang memiliki banyak anak dari hubungannya dengan budak perempuan sebelum anak-anak tersebut dikirim ke Belanda.

Kondisi ini tidak banyak berubah ketika kekuasaan beralih ke tangan Inggris. Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles dikenal sangat permisif terhadap hubungan informal yang dijalin oleh bawahannya. Salah satu penasihat pentingnya yang juga anggota Dewan Hindia, Herman Warner Muntinghe, tetap memelihara tiga budak perempuan di kediamannya meski telah beristri seorang perempuan Indo-Belanda. Rekan dekat Raffles, Alexander Hare, bahkan memanfaatkan pengaruh politiknya untuk mengumpulkan perempuan dari berbagai daerah guna dijadikan pendamping hidup tanpa ikatan pernikahan.

Also Read

Polisi Irlandia Temukan Bom Aktif di Dekat Perbatasan Irlandia Utara

Polisi Irlandia Temukan Bom Aktif di Dekat Perbatasan Irlandia Utara

Fenomena hubungan tanpa status di masa kolonial ini ibarat puncak gunung es. Di luar lingkaran elite kekuasaan, ribuan serdadu, pegawai administrasi tingkat rendah, hingga pedagang Eropa di berbagai pelosok Nusantara juga melakoni pola hidup yang sama. Hubungan-hubungan informal ini pada akhirnya membentuk struktur sosial baru yang unik di Hindia Belanda, meninggalkan jejak sejarah yang masih membekas dalam perbendaharaan istilah sosial masyarakat Indonesia hingga hari ini.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

sejarahkolonialhindia belandavocsosial

Berita Terbaru Lainnya

Florida Bersiap Gelar Eksekusi Mati Ganda Pertama dalam Enam DekadeSatu Nyawa Melayang Akibat Cekcok Warung Sarapan di Pegangsaan MentengPolisi Gunakan Metode Klastering untuk Selidiki Peran Pelaku Bentrokan di MentengPolisi Pastikan Isu Perusakan Rumah Ibadah dalam Bentrok Maut di Menteng Adalah HoaksPDIP Desak Pemerintah Buka Kembali Penyelidikan Kasus KudatuliMendagri Tantang Ribuan Lulusan IPDN Terapkan Kebijakan Berbasis Kajian IlmiahKemarau Ekstrem Paksa Ratusan Keluarga di Tangerang Selatan Bergantung pada Pasokan Air BersihPolisi Selidiki Kematian Misterius Pria di Halaman Klinik Kecantikan Kebayoran Baru

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

Ekonomi

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

27 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari IniEkonomi 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap