apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Sejarah

Sejarah Kumpul Kebo dan Gaya Hidup Pejabat Kolonial di Jawa

Parlin SinagaDiterbitkan 27 Jul 2026 - 14.25 路 5 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sejarah Kumpul Kebo dan Gaya Hidup Pejabat Kolonial di Jawa
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Istilah "kumpul kebo" yang akrab di telinga masyarakat Indonesia modern rupanya memiliki akar sejarah yang panjang dan berliku. Jauh sebelum menjadi stigma sosial seperti sekarang, fenomena hidup bersama tanpa ikatan pernikahan ini merupakan bagian dari realitas keseharian di masa kolonial Hindia Belanda. Menariknya, frasa tersebut disinyalir lahir dari pelesetan bahasa Belanda "kumpul Gerbouw"鈥攄i mana gerbouw berarti bangunan atau rumah鈥攜ang digunakan masyarakat lokal untuk menyindir pasangan yang berbagi atap tanpa status resmi.

Praktik ini bukan sekadar persoalan moralitas individual, melainkan konsekuensi logis dari kebijakan dan tantangan logistik zaman VOC. Pada masa itu, mendatangkan istri atau perempuan Eropa ke Nusantara merupakan perkara yang sangat sulit. Selain membutuhkan biaya transportasi yang luar biasa besar, risiko kesehatan akibat penyakit tropis yang mematikan membuat banyak pria Eropa enggan membawa keluarga mereka. Sebagai jalan keluar, para pejabat kolonial hingga prajurit kelas bawah memilih menjalin hubungan informal dengan perempuan lokal, yang sebagian besar berstatus sebagai budak.

Baca Juga

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Gaya hidup ini bahkan dipraktikkan oleh para pemegang kekuasaan tertinggi di Batavia. Gubernur Jenderal VOC Gustaaf Willem Baron van Imhoff (masa jabatan 1743-1750), misalnya, diketahui tinggal bersama seorang budak pemberian Ratu Bone yang kemudian dibaptis dengan nama Helena Pieters. Meskipun Van Imhoff tercatat sudah memiliki istri sah, Helena tetap mendampinginya sebagai teman hidup hingga melahirkan beberapa anak. Pola serupa juga dijalani oleh penerusnya, Gubernur Jenderal Reinier de Klerk (1777-1780), yang memiliki banyak anak dari hubungannya dengan budak perempuan sebelum anak-anak tersebut dikirim ke Belanda.

Kondisi ini tidak banyak berubah ketika kekuasaan beralih ke tangan Inggris. Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles dikenal sangat permisif terhadap hubungan informal yang dijalin oleh bawahannya. Salah satu penasihat pentingnya yang juga anggota Dewan Hindia, Herman Warner Muntinghe, tetap memelihara tiga budak perempuan di kediamannya meski telah beristri seorang perempuan Indo-Belanda. Rekan dekat Raffles, Alexander Hare, bahkan memanfaatkan pengaruh politiknya untuk mengumpulkan perempuan dari berbagai daerah guna dijadikan pendamping hidup tanpa ikatan pernikahan.

Baca Juga

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Fenomena hubungan tanpa status di masa kolonial ini ibarat puncak gunung es. Di luar lingkaran elite kekuasaan, ribuan serdadu, pegawai administrasi tingkat rendah, hingga pedagang Eropa di berbagai pelosok Nusantara juga melakoni pola hidup yang sama. Hubungan-hubungan informal ini pada akhirnya membentuk struktur sosial baru yang unik di Hindia Belanda, meninggalkan jejak sejarah yang masih membekas dalam perbendaharaan istilah sosial masyarakat Indonesia hingga hari ini.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sejarahkolonialhindia belandavocsosial

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap