Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) menyambut kehadiran ribuan mahasiswa baru dengan cara yang tidak biasa pada upacara pengukuhan tahun ini. Alih-alih hanya melakukan penyambutan seremonial biasa, pengurus BEM Unair mengajak para mahasiswa baru untuk menolak lupa dan mengingat kembali peristiwa kelam masa lalu, yakni kasus hilangnya dua mahasiswa Universitas Airlangga pada era reformasi 1998.
Dalam aksi tersebut, para pengurus BEM Unair bersama dengan mahasiswa baru membentangkan sebuah poster besar berukuran 5x1 meter. Poster tersebut memuat tuntutan yang berbunyi, "Kembalikan Herman-Bimo, Mahasiswa Unair yang dinyatakan hilang sejak 1998". Di sela-sela pembentangan poster, salah satu pengurus BEM Unair juga naik untuk berorasi di hadapan massa, menyatakan secara tegas bahwa Herman dan Bimo merupakan korban dari praktik penghilangan paksa yang terjadi pada tahun 1998.








