Sebanyak 190 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan menyajikan aksi kreatif berupa paper mob untuk menyambut kunjungan kerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Jumat, 7 Agustus 2026. Aksi massal yang melibatkan ratusan siswa dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas tersebut menjadi bagian utama dari rangkaian penyambutan kedatangan sang menteri, yang akrab disapa Gus Ipul, di provinsi tersebut.
Dalam pertunjukan tersebut, para siswa secara serentak mengangkat lembaran kertas berwarna merah dan kuning. Perpaduan warna tersebut dikoreografikan sedemikian rupa sehingga membentuk pola visual serta tulisan ucapan selamat datang yang ditujukan langsung kepada Menteri Sosial. Selama kunjungan berlangsung, Saifullah Yusuf didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta jajaran pejabat pemerintah daerah setempat.
Aksi paper mob ini dipandu oleh Muhammad Yunus, seorang siswa kelas XI Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Yunus memimpin rekan-rekannya untuk menyelaraskan gerakan pengangkatan kertas agar membentuk formasi yang presisi. Meskipun persiapan untuk menyajikan koreografi visual ini tergolong singkat, yakni hanya memiliki waktu latihan selama dua hari, Yunus dan rekan-rekan sesama siswa berhasil menuntaskan penampilan tersebut dengan baik dan menyampaikan rasa bangganya atas kesempatan menyambut perwakilan pemerintah pusat.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Selain penampilan paper mob, para siswa Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan juga memamerkan beragam potensi dan keterampilan lainnya di hadapan rombongan Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi. Berbagai unjuk bakat yang ditampilkan meliputi variasi baris-berbaris, seni bela diri karate dan silat, penampilan paduan suara, hingga pementasan tari tradisional seperti Tari A'Bulo dan Tari Empat Etnis. Tidak hanya itu, beberapa siswa juga menunjukkan kemampuan akademis dan komunikasi mereka melalui pidato yang disampaikan dalam empat bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi terhadap perkembangan para siswa setelah melihat langsung berbagai penampilan tersebut. Ia mencatat bahwa lembaga pendidikan ini telah berjalan selama satu tahun dan menunjukkan hasil yang positif pada aspek mental maupun fisik para peserta didik. Menurut Gus Ipul, setelah satu tahun beroperasi, para siswa terlihat lebih percaya diri, dan pertumbuhan mereka dari sisi fisik serta mental dinilai cukup bagus. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa di Sekolah Rakyat ini tidak menerapkan tes akademik, melainkan didasarkan pada pemenuhan kriteria-kriteria khusus yang telah ditentukan sebelumnya.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan pandangannya mengenai konsep institusi pendidikan ini. Andi Sudirman menggambarkan Sekolah Rakyat sebagai sebuah model institusi pendidikan tanpa sekat yang tetap mampu membekali para siswanya dengan cakupan pengetahuan yang luas. Aksesibilitas dan fleksibilitas ini diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik yang memenuhi syarat masuk.
Hingga saat kunjungan berlangsung, Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan tercatat menampung total 414 siswa yang tersebar di beberapa jenjang. Distribusi jumlah siswa tersebut terdiri dari 24 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 125 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), serta jenjang Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang terbagi menjadi 120 siswa kelas X dan 145 siswa kelas XI.






