Rumah-rumah Panggung di Kasepuhan Ciptamulya Hangus Dilahap Api

Domu TobingPublished 26 Jul 2026 - 04.48 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Rumah-rumah Panggung di Kasepuhan Ciptamulya Hangus Dilahap Api
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Sabtu petang (25/7) di perbukitan Cisolok, Sukabumi, berubah menjadi panggung kepedihan. Puluhan bangunan khas masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya luluh lantak dalam waktu singkat. Yang terbakar bukan sekadar kayu dan ijuk, melainkan ingatan panjang tentang cara hidup yang selaras dengan alam. Kampung yang sejuk di Desa Sirnaresmi itu mendadak berubah menjadi lautan jingga dan hitam, menyisakan kepanikan yang terekam dalam gawai warga.

Dari video amatir yang menyebar cepat, api tampak membentuk kolom jingga kemerahan yang merayap rakus dari satu atap ke atap lainnya. Rumah-rumah panggung yang sebagian besar berdinding papan dan beratap serat ijuk itu seolah menjadi umpan empuk. Asap pekat membubung dan menyelimuti lereng, menenggelamkan siluet bukit yang biasanya gagah. Suara histeris terdengar di antara gemuruh api: “Listrik, listrik, awas listrik!” teriakan itu menjadi pengingat bahaya tambahan di tengah kekacauan. Orang-orang berlarian di jalan semen yang memeluk kontur bukit, tangan mereka menggapai apa saja yang bisa diselamatkan, sementara seorang lelaki bertopi hanya bisa berdiri terpaku di sebuah gazebo kayu, menyaksikan atap-atap rumah ambruk satu per satu.

Also Read

Birokrasi Penghasil Sampah di Tengah Ambisi Bandung Bebas Sampah

Dede, warga setempat, tak kuasa menyembunyikan kegelisahannya. Ia menyampaikan kepada awak media bahwa peristiwa itu terjadi mendadak dan hingga saat itu nyala api belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. “Baru saja terjadi, dan sampai sekarang apinya belum padam. Semua habis, banyak rumah terbakar. Api masih menyala dan terus merembet,” ujarnya ringkas. Kalimatnya seperti mendokumentasikan detik-detik kehilangan yang tak mungkin dilawan dengan ember dan air seadanya.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, membenarkan musibah ini dan menyebut tim pemadam kebakaran bersama unsur gabungan langsung dikerahkan begitu kabar diterima. Rincian peristiwa dan kronologi masih samar, namun yang jelas, laskar merah dari Dinas Pemadam Kebakaran harus menempuh jalur perbukitan untuk mencapai titik api. Upaya pemadaman tak hanya berkejaran dengan waktu, melainkan juga dengan tiupan angin yang bisa mengubah arah jilatan api. Masyarakat turut bahu membahu, melawan rasa panik dengan insting melindungi apa yang tersisa.

Also Read

Api Lahap 70 Rumah Adat di Sukabumi, 420 Jiwa Selamat Berkat Cepatnya Gotong Royong

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi soal jumlah rumah yang terdampak, penyebab pasti, atau kemungkinan korban jiwa. Begitu pula dengan taksiran kerugian material yang pastinya menoreh angka besar. Aparat masih fokus pada pengamanan lokasi dan pendataan sambil memastikan api tak kembali menari di lereng-lereng lainnya. Di balik tumpukan arang dan abu, sebuah warisan budaya yang menyatu dengan ekologi kini tengah berhadapan dengan tanya: apakah restorasi akan sekadar membangun kembali fisik rumah, ataukah menghidupkan kembali ruh masyarakat adat yang terlanjur tercabik oleh kobaran tak terduga?

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca