Riuh rendah pendukung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, tidak mampu menyelamatkan Tim Nasional Indonesia dari kekalahan telak saat menjamu Vietnam pada laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026. Pertandingan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) tersebut berakhir dengan skor mencolok 3-0 untuk kemenangan tim tamu. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan John Herdman, mengingat performa mereka yang cukup meyakinkan pada dua laga awal turnamen. Sebelum laga ini berjalan, Garuda sempat mencatatkan modal apik dengan mencetak total delapan gol dan hanya kebobolan satu kali, termasuk saat menumbangkan Timor Leste dengan skor 3-0 pada Jumat (31/7/2026). Namun, di hadapan taktik disiplin Vietnam di bawah arahan pelatih Kim Sang-sik, Indonesia justru tidak berkutik.
Melihat jalannya laga, kegagalan Indonesia mengonversi dominasi menjadi peluang bersih menjadi penyebab utama kekalahan ini. John Herdman menerapkan formasi defensif 5-4-1 sejak sepak mula. Meski menumpuk pemain di belakang, gawang Nadeo Argawinata justru jebol sangat cepat. Pada menit keenam, umpan terobosan dari bintang Vietnam, Nguyen Hoang Duc, berhasil dimanfaatkan oleh Nguyen Van Vi untuk melepaskan tembakan dari sudut sempit yang berbuah gol pertama. Belum sempat bangkit, gawang Indonesia kembali bobol pada menit ke-14 lewat skema serangan balik cepat yang diinisiasi Le Pham Thanh dan diselesaikan secara dingin oleh Nguyen Hai Long.
Ketertinggalan dua gol ini memaksa Indonesia mencoba mengendalikan permainan. Sepanjang babak pertama, skuad Garuda sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 62 persen. Aliran bola juga mengalir deras dengan catatan 307 umpan sukses, berbanding jauh dengan Vietnam yang hanya membuat 192 umpan. Sayangnya, dominasi ini hanyalah penguasaan bola semu. Umpan-umpan tersebut lebih banyak berputar di area yang tidak berbahaya. Sepanjang paruh pertama, Indonesia hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran melalui Mitchell Baker pada menit ke-12, yang dengan mudah diamankan oleh kiper Le Giang Patrik. Rendahnya efektivitas serangan Indonesia tercermin dari nilai expected goals (xG) babak pertama yang hanya menyentuh angka 0,20, sangat kontras dibandingkan dengan efisiensi Vietnam yang mencatatkan xG sebesar 0,61.
Gagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN Cup

Memasuki babak kedua, situasi tidak banyak berubah bagi tuan rumah. Upaya memperkecil ketertinggalan sempat lahir melalui aksi Thom Haye pada menit ke-58, namun sepakannya masih bisa diantisipasi oleh penjaga gawang lawan. Alih-alih mencetak gol, gawang Nadeo justru kembali bergetar pada menit ke-71 setelah penyerang Vietnam, Nguyen Xuan Son alias Rafaelson, mencetak gol ketiga tim tamu. Hingga peluit panjang berbunyi, Indonesia total melepaskan 11 tembakan dengan hanya 3 yang tepat sasaran, menghasilkan xG akhir yang minim sebesar 0,65. Di sisi lain, Vietnam bermain jauh lebih efektif dengan mencatatkan 10 tembakan, 6 tepat sasaran, dan xG sebesar 1,03.
Buruknya performa kolektif ini berdampak langsung pada rapor individu para pemain Indonesia. Berdasarkan data penilaian FlashScore, rata-rata rating pemain Indonesia hanya berada di angka 6,3. Terdapat tiga nama pilar yang mendapatkan nilai di bawah 6,0, yakni penjaga gawang Nadeo Argawinata dengan rating 5,7, bek tengah Rizky Ridho dengan rating 5,9, serta penyerang Ragnar Oratmangoen yang mendapatkan nilai terendah sebesar 5,2. Sebaliknya, performa kolektif para pemain Vietnam diganjar dengan nilai rata-rata 7,2. Bintang lapangan mereka, Nguyen Hoang Duc, yang menyumbang assist pada gol pertama, dinobatkan sebagai pemain terbaik laga ini dengan rapor impresif sebesar 8,6.
BWF Rilis Kalender Turnamen Bulu Tangkis 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah Berbagai Ajang Bergengsi

Kekalahan telak ini menuntut evaluasi mendalam dari tim kepelatihan Indonesia. John Herdman sebenarnya telah mencoba melakukan perubahan taktik pada menit ke-65 dengan memasukkan tiga tenaga baru sekaligus, yaitu Jens Raven, Beckham Putra, dan Tim Geypens. Langkah ini diharapkan mampu menambah daya dobrak dan mengubah alur serangan dari formasi awal 5-4-1. Namun, pergantian tersebut belum mampu membongkar pertahanan rapat anak asuh Kim Sang-sik. Untuk menghadapi sisa laga di Grup A Piala AFF 2026, staf kepelatihan harus segera membenahi koordinasi lini pertahanan yang rapuh terhadap serangan balik cepat, serta meningkatkan kreativitas di lini tengah agar dominasi penguasaan bola tidak terbuang sia-sia.






