apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Sports

Rincian Statistik Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026, Mengapa Garuda Kalah Kelas

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 4 Agu 2026 - 23.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rincian Statistik Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026, Mengapa Garuda Kalah Kelas
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Riuh rendah pendukung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, tidak mampu menyelamatkan Tim Nasional Indonesia dari kekalahan telak saat menjamu Vietnam pada laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026. Pertandingan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) tersebut berakhir dengan skor mencolok 3-0 untuk kemenangan tim tamu. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan John Herdman, mengingat performa mereka yang cukup meyakinkan pada dua laga awal turnamen. Sebelum laga ini berjalan, Garuda sempat mencatatkan modal apik dengan mencetak total delapan gol dan hanya kebobolan satu kali, termasuk saat menumbangkan Timor Leste dengan skor 3-0 pada Jumat (31/7/2026). Namun, di hadapan taktik disiplin Vietnam di bawah arahan pelatih Kim Sang-sik, Indonesia justru tidak berkutik.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Melihat jalannya laga, kegagalan Indonesia mengonversi dominasi menjadi peluang bersih menjadi penyebab utama kekalahan ini. John Herdman menerapkan formasi defensif 5-4-1 sejak sepak mula. Meski menumpuk pemain di belakang, gawang Nadeo Argawinata justru jebol sangat cepat. Pada menit keenam, umpan terobosan dari bintang Vietnam, Nguyen Hoang Duc, berhasil dimanfaatkan oleh Nguyen Van Vi untuk melepaskan tembakan dari sudut sempit yang berbuah gol pertama. Belum sempat bangkit, gawang Indonesia kembali bobol pada menit ke-14 lewat skema serangan balik cepat yang diinisiasi Le Pham Thanh dan diselesaikan secara dingin oleh Nguyen Hai Long.

Ketertinggalan dua gol ini memaksa Indonesia mencoba mengendalikan permainan. Sepanjang babak pertama, skuad Garuda sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 62 persen. Aliran bola juga mengalir deras dengan catatan 307 umpan sukses, berbanding jauh dengan Vietnam yang hanya membuat 192 umpan. Sayangnya, dominasi ini hanyalah penguasaan bola semu. Umpan-umpan tersebut lebih banyak berputar di area yang tidak berbahaya. Sepanjang paruh pertama, Indonesia hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran melalui Mitchell Baker pada menit ke-12, yang dengan mudah diamankan oleh kiper Le Giang Patrik. Rendahnya efektivitas serangan Indonesia tercermin dari nilai expected goals (xG) babak pertama yang hanya menyentuh angka 0,20, sangat kontras dibandingkan dengan efisiensi Vietnam yang mencatatkan xG sebesar 0,61.

Baca Juga

Pemkot Bandung Usut Dugaan Keterlibatan ASN dan Swasta dalam Penebangan Pohon Ilegal di Jalan Riau

Pemkot Bandung Usut Dugaan Keterlibatan ASN dan Swasta dalam Penebangan Pohon Ilegal di Jalan Riau

Memasuki babak kedua, situasi tidak banyak berubah bagi tuan rumah. Upaya memperkecil ketertinggalan sempat lahir melalui aksi Thom Haye pada menit ke-58, namun sepakannya masih bisa diantisipasi oleh penjaga gawang lawan. Alih-alih mencetak gol, gawang Nadeo justru kembali bergetar pada menit ke-71 setelah penyerang Vietnam, Nguyen Xuan Son alias Rafaelson, mencetak gol ketiga tim tamu. Hingga peluit panjang berbunyi, Indonesia total melepaskan 11 tembakan dengan hanya 3 yang tepat sasaran, menghasilkan xG akhir yang minim sebesar 0,65. Di sisi lain, Vietnam bermain jauh lebih efektif dengan mencatatkan 10 tembakan, 6 tepat sasaran, dan xG sebesar 1,03.

Buruknya performa kolektif ini berdampak langsung pada rapor individu para pemain Indonesia. Berdasarkan data penilaian FlashScore, rata-rata rating pemain Indonesia hanya berada di angka 6,3. Terdapat tiga nama pilar yang mendapatkan nilai di bawah 6,0, yakni penjaga gawang Nadeo Argawinata dengan rating 5,7, bek tengah Rizky Ridho dengan rating 5,9, serta penyerang Ragnar Oratmangoen yang mendapatkan nilai terendah sebesar 5,2. Sebaliknya, performa kolektif para pemain Vietnam diganjar dengan nilai rata-rata 7,2. Bintang lapangan mereka, Nguyen Hoang Duc, yang menyumbang assist pada gol pertama, dinobatkan sebagai pemain terbaik laga ini dengan rapor impresif sebesar 8,6.

Baca Juga

Krisis Air Bersih Mengancam 14 Ribu Warga Kota Cirebon Akibat Kemarau

Krisis Air Bersih Mengancam 14 Ribu Warga Kota Cirebon Akibat Kemarau

Kekalahan telak ini menuntut evaluasi mendalam dari tim kepelatihan Indonesia. John Herdman sebenarnya telah mencoba melakukan perubahan taktik pada menit ke-65 dengan memasukkan tiga tenaga baru sekaligus, yaitu Jens Raven, Beckham Putra, dan Tim Geypens. Langkah ini diharapkan mampu menambah daya dobrak dan mengubah alur serangan dari formasi awal 5-4-1. Namun, pergantian tersebut belum mampu membongkar pertahanan rapat anak asuh Kim Sang-sik. Untuk menghadapi sisa laga di Grup A Piala AFF 2026, staf kepelatihan harus segera membenahi koordinasi lini pertahanan yang rapuh terhadap serangan balik cepat, serta meningkatkan kreativitas di lini tengah agar dominasi penguasaan bola tidak terbuang sia-sia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Piala AFF 2026Timnas IndonesiaJohn HerdmanStadion PakansariTimnas Vietnam

Berita Terbaru Lainnya

Kurir Ganja 20 Kilogram Pasrah Minta Ditangkap Polisi di Pelabuhan BakauheniMalaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Kurir Ekstasi dari KLIA ke IndonesiaPemuda di Pekalongan Rekayasa Kasus Begal dan Jari Putus Menggunakan WortelKebakaran Hutan di Blok Bantengan, Tiga Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup SementaraBom Bunuh Diri Meledak di Tengah Aksi Demo Damai Pakistan, 14 Orang TewasTok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama BarunyaWabah Parasit Cyclospora Meluas di Amerika Serikat, Dua Warga Michigan Dilaporkan Meninggal DuniaPemkot Bandung Usut Dugaan Keterlibatan ASN dan Swasta dalam Penebangan Pohon Ilegal di Jalan Riau

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap